Menteri Dukung Pembentukan Lembaga Profesi Tunggal untuk Tenaga Kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Keimigrasian, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan pentingnya membentuk satu organisasi profesi tunggal untuk dokter dan tenaga kesehatan.

Berbicara dalam Silaturahmi Nasional Majelis Disiplin Profesi (MDP) di Jakarta, Kamis, Mahendra mengatakan MK melalui putusan perkara Nomor 111/PUU-XXII/2024 dan 182/PUU-XXII/2024 menyoroti kebutuhan akan wadah bersama bagi profesi kesehatan untuk memperkuat tata kelola profesi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

“MK menegaskan kembali pentingnya pembentukan satu organisasi profesi untuk menampung kepentingan dokter dan satu lagi untuk tenaga kesehatan dari berbagai disiplin,” kata Mahendra.

Dia menjelaskan bahwa pengadilan juga menetapkan mekanisme transisi konstitusional dalam pembentukan organisasi tersebut, termasuk melibatkan peran pemerintah untuk memastikan proses berjalan secara terkoordinir.

Menurutnya, konsep “rumah besar” bagi profesi kesehatan harus dipahami sebagai platform pemersatu yang tetap menghargai keberagaman disiplin ilmu di sektor kesehatan.

Dia menekankan bahwa wadah seperti ini bukan dimaksudkan untuk menghapus perbedaan atau membungkam aspirasi profesi, melainkan untuk menertibkan sistem agar integritas profesi tetap terjaga.

“Ini bukan instrumen untuk membungkam suara, melainkan alat untuk memastikan keteraturan sehingga martabat profesi tetap tinggi dan akuntabilitas publik ditegakkan,” ujarnya.

Pada tahapan tertentu, pemerintah harus mengambil peran untuk memastikan kepastian hukum dalam tata kelola profesi kesehatan, tambahnya.

Tanpa koordinasi yang jelas antar organisasi profesi, dia memperingatkan, dampaknya dapat merugikan sistem kesehatan secara keseluruhan, mempengaruhi pasien, pendidikan kedokteran, dan masa depan layanan kesehatan.

Berita terkait: Indonesia rolls out free health checks for creative economy workers

Berita terkait: Flower tribute honors 2,087 health workers lost to pandemic

Berita terkait: Papua govt calls for prioritizing locals in healthcare recruitment

MEMBACA  Satgas Garuda RI Kembali Usai Bantu 91 Ton Bantuan untuk Gaza

Penerjemah: Sean, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar