loading…
Ilustrasi untuk rencana fasilitas pabrik perakitan mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat. Sekarang sudah masuk tahap penyelarasan dan uji produksi di awal tahun 2026. Foto: BYD Indonesia
JAKARTA – Impor dan penjualan lebih dari 54.000 unit kendaraan listrik (EV) dari Januari sampai Desember 2025 jelas menunjukkan besarnya minat pasar Indonesia.
Tapi, bagi raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, angka itu cuma langkah awal saja. Di tahun 2026 ini, mereka punya target yang jauh lebih besar: berhenti tergantung pada impor dan mulai merakit mobil langsung di Indonesia.
Proses perubahan dari importir menjadi produsen lokal sedang dipercepat. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa perusahaannya sudah mendapatkan berbagai sertifikasi penting dari pemerintah pada akhir 2025.
Memasuki awal 2026, status pabrik mereka sekarang sudah naik ke tahap percobaan.
”Di akhir 2025 kami sudah dapat sertifikasi penting dari pemerintah. Mulai kuartal pertama tahun ini, kami memulai tes dan penyelarasan produksi,” jelas Eagle saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (9/3).
Langkah hati-hati BYD dalam melakukan penyelarasan produksi di kuartal pertama ini sangat masuk akal kalau melihat tren pasar tahun 2026.