Arab Saudi Pastikan Ibadah Umrah Aman di Tengah Ketegangan Regional: Pemerintah RI

Jakarta (ANTARA) – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi telah menjamin keamanan jamaah Umrah meskipun ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkat.

"Keadaan di Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Mekah, dan Madinah, tetap aman dan stabil. Jamaah Umrah dapat melanjutkan ibadah dengan tenang tanpa gangguan besar di wilayah-wilayah tersebut," kata Yusuf kepada para anggota dewan di Jakarta.

Berbicara dalam rapat dengan Komisi VIII DPR pada Rabu, ia mengakui bahwa konflik yang berlangsung telah memengaruhi keamanan regional, mendorong beberapa negara Teluk untuk membatasi ruang udaranya dan mengganggu penerbangan internasional.

"Penutupan ruang udara telah mengganggu penerbangan internasional, khususnya yang transit melalui beberapa negara Timur Tengah," ujarnya. Ia menambahkan bahwa situasi ini juga memengaruhi WNI yang berangkat atau kembali dari perjalanan Umrah.

Namun, Yusuf menekankan bahwa kondisi keamanan di kota-kota utama ibadah, yaitu Jeddah, Mekah, dan Madinah, tetap stabil berdasarkan laporan dari perwakilan Indonesia yang telah berkoordinasi dengan otoritas Saudi.

Ia juga menyebutkan data terbaru yang menunjukkan bahwa 50.374 jamaah Umrah Indonesia saat ini berada di Arab Saudi, dengan 14.115 di antaranya berpotensi mengalami penundaan kepulangan akibat gangguan penerbangan.

"Kami telah menghubungi semua penyelenggara perjalanan Umrah untuk memastikan jamaah mendapat bantuan yang layak," kata menteri tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah telah mendorong masyarakat Indonesia yang berencana menunaikan Umrah untuk menunda perjalanannya karena kekhawatiran keamanan di Timur Tengah.

"Untuk sementara waktu, kebijakan kami fokus pada imbauan kepada calon jamaah untuk menunda keberangkatan mengingat eskalasi konflik," kata Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta pada Selasa (10 Maret).

MEMBACA  Indonesia dan Chile saling mendukung akses blok perdagangan regional

Ia mengatakan rekomendasi ini mengikuti koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan mencerminkan komitmen pemerintah dalam melindungi WNI, termasuk jamaah yang saat ini tertahan di Arab Saudi.

Berita terkait: Lawmaker urges government to prepare for Hajj emergency scenarios

Berita terkait: Indonesian Umrah returnees reach 6,047 amid Middle East tensions

Penerjemah: Asep F, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar