Saham Autozi Internet Technology (AZI) naik lebih dari tiga kali lipat pada 9 Maret. Ini terjadi setelah perusahaan retail dan teknologi otomotif itu bilang pemegang saham pengendalinya telah menyelesaikan komitmen suntikan modal sebesar $7 juta yang sebelumnya diumumkan. Investor senang karena pemegang saham itu, bersama beberapa investor lain, mengusulkan tambahan dana hingga $110 juta. Ini membuat nilai setiap saham perusahaan ditaksir $1,30.
Tapi, meskipun ada rally yang eksplosif di hari Senin, saham AZI masih turun sekitar 75% dibandingkan harga tertingginya sejak awal tahun.
Saham Autozi terdorong kuat naik pagi ini karena perusahaan sekarang punya modal yang sangat dibutuhkan untuk operasi sehari-hari.
Lagipula, nilai perusahaan yang diusulkan untuk pendanaan tambahan ($1,30 per saham) itu jauh lebih tinggi dari harga AZI sekarang. Artinya, kelompok investor memandang perusahaan ini sangat undervalue.
Di hari Senin, perusahaan yang berkantor pusat di Beijing ini juga berhasil melewati rata-rata pergerakan 20 hariannya, yang menandakan pergeseran momentum dalam jangka pendek.
Sementara itu, indeks kekuatan relatif (140-hari) Autozi Internet Technology ada di sekitar 44. Ini memperkuat bahwa bias bullish belum hampir habis.
Selain suntikan modal ini, saham AZI layak dimiliki karena valuasinya yang sangat murah dan strategi ekspansi agresif perusahaan.
Dengan rasio harga terhadap penjualan hanya 0.01x, perusahaan China ini masih sangat murah dibandingkan pesaing industrinya. Ini menawarkan potensi kenaikan yang besar, terutama jika neracanya terus stabil.
Ditambah lagi, Autozi sedang beralih ke penjualan suku cadang mobil yang marginnya tinggi dan baru saja dapat kerjasama dengan Velocar di Eropa senilai $500 juta.
AZI mengumumkan akuisisi aset digital senilai $1.1 miliar dan target penjualan $2 miliar bulan lalu. Ini memperkuat komitmennya untuk menjadi raksasa e-commerce dan rantai pasok otomotif.
Dengan semua angin positif ini, status saham penny milik perusahaan ini memposisikannya dengan baik untuk memberikan return yang besar di tahun 2026.
Meskipun ada hal-hal positif di atas, beberapa kehati-hatian perlu diberikan karena saham Autozi saat ini belum dapat liputan dari analis Wall Street.