Rabu, 11 Maret 2026 – 00:07 WIB
Jakarta, VIVA – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Tetap Segar (58), seorang teknisi pesawat dari Kabupaten Tangerang, Banten, berbagi kesaksian tentang pengalamannya saat serangan rudal terjadi di Kota Teheran. Ini terjadi karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut Segar, kondisi keamanan di Iran sudah tidak kondusif lagi. Setiap hari, serangan rudal terjadi di beberapa tempat, terutama di Teheran.
“Kondisi sekarang emang sudah tidak kondusif. Tapi, ini tergantung keyakinan kita masing-masing apakah situasi akan cepat reda atau berlanjut,” ujarnya saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah kembali ke Indonesia pada hari Selasa.
Segar mengatakan, dia melihat langsung serangan rudal dari AS dan Israel ke Iran hampir setiap hari. Ini karena tempat kerjanya berada di Bandara Internasional Imam Khomeini (IKA) dan Bandara Mehrabad (THR).
“Serangan terjadi hampir tiap hari. Tapi warga disana sudah biasa jadi tidak panik berlebihan. Kami tetap bertahan menunggu kondisi membaik,” katanya.
Saat serangan terjadi, dia dan rekan WNI lainnya langsung dipulangkan ke asrama. Perusahaannya sudah memberlakukan status siaga dan meliburkan karyawan.
“Ya, pekerjaan dihentikan, kami dipulangkan ke asrama dan menunggu informasi dari KBRI,” tuturnya.
Melihat kondisi yang semakin mencekam, Segar lalu mendaftar ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk bisa pulang ke Indonesia. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan dirinya.
“Karena hari demi hari tidak kondusif, saya putuskan untuk mengevakuasi diri, baik lewat perusahaan maupun KBRI. Saya pilih lewat KBRI dan dapat arahan agar evakuasi aman,” jelasnya.
Segar menambahkan, proses evakuasi berjalan aman berkat arahan dan pendampingan dari staf KBRI hingga dia tiba di Indonesia.
Sementara itu, pemerintah Indonesia telah memulangkan 22 WNI dari Iran kembali ke tanah air.