Indonesia Fokus Kembangkan Kawasan Perbatasan untuk Perkuat Ekosistem Industri Halal

Jakarta (ANTARA) – Badan Penjaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia menyatakan tekadnya untuk mendorong ekosistem yang lebih kondusif bagi industri halal nasional agar berkembang, dengan fokus pada pemberdayaan daerah perbatasan.

Sekretaris BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Senin, bahwa badan tersebut menyadari potensi ekonomi besar wilayah perbatasan, menyebut perannya sebagai jendela menunjukan kekuatan negara dalam produk halal.

“Daerah perbatasan berfungsi sebagai teras depan Indonesia. Produk yang beredar di daerah tersebut tidak hanya dikonsumsi oleh penduduk lokal; mereka juga memiliki potensi untuk menjangkau pasar di seberang perbatasan,” ujarnya.

Dalam hal ini, dia menganggap penting bagi BPJPH untuk memperkuat infrastruktur layanan jaminan halal di zona perbatasan sebagai bagian dari strategi nasional untuk mendongkrak pengembangan industri halal.

“Memperkuat ekosistem halal di daerah perbatasan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk nasional,” tambah Irham.

Untuk itu, dia melaporkan bahwa BPJPH telah memperkenalkan rencana untuk mendirikan unit pelaksana teknis (UPT) lokal di Provinsi Kalimantan Barat, yang berbatasan dengan negara bagian Malaysia, Sarawak.

“Kehadiran UPT di daerah diharapkan dapat membuat proses fasilitasi, bimbingan, dan program pendampingan bagi pelaku usaha menjadi lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan aktual di lapangan,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa badan tersebut bermaksud menggunakan unit lokalnya untuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendukung sertifikasi produk halal, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan relevan lainnya, dengan tujuan mempromosikan pendekatan inklusif dan berkelanjutan untuk pertumbuhan ekosistem halal.

Irham menyampaikan harapan agar inisiatif ini akan memperluas akses sertifikasi halal, memungkinkan masyarakat perbatasan untuk menyempurnakan produk mereka, membangun kepercayaan konsumen, dan mengejar peluang pasar yang lebih luas.

MEMBACA  Siemens Energy berharap pertumbuhan pendapatan hingga 15% untuk FY25

“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis produk halal dan memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap industri halal global,” tutupnya.

Berita terkait: Badan halal Indonesia targetkan lonjakan industri pada 2026

Penerjemah: Arnidhya N, Tegar Nurfitra
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar