Pramono Akan Normalisasi Sungai Ciketing Pascalongsor Sampah di Bantargebang

Senin, 9 Maret 2026 – 16:04 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terus melakukan penanganan darurat pasca longsor gunungan sampah di Zona 4A TPST Bantargebang yang menyebabkan lima orang meninggal.


Longsor Sampah di Bantargebang, Pramono Bakal Siapkan Zona Baru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengakui potensi longsor susulan tidak bisa diprediksi sepenuhnya, terutama setelah hujan ekstrem mengguyur kawasan itu sebelum kejadian.

Menurut Pramono, longsor terjadi karena curah hujan sangat tinggi dan durasinya panjang, yang membuat tumpukan sampah jenuh air dan menjadi licin sampai akhirnya runtuh.


Korban Tewas Longsor Sampah Bantargebang Bertambah Jadi 5 Orang, 4 Masih Hilang

Longsor Sampah di Bantargebang

Photo : Dok. Humas DLH DKI Jakarta

“Pertama, kalau saya bilang tidak ada potensi susulan, pasti kita tidak bisa memprediksi itu. Tapi yang jelas, kebetulan tadi saya bersama Pak Firdaus, Pak Afan, Dinas LH ke lapangan, juga Dinas Sumber Daya Air, memang melihat kemarin karena curah hujannya sangat tinggi,” kata Pramono dalam konferensi pers di Pendopo Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).


Pramono Pastikan Beri Santunan Korban Longsor Sampah Bantargebang

Dia menjelaskan intensitas hujan saat kejadian mencapai 264 milimeter per hari, angka yang termasuk sangat tinggi untuk wilayah Jakarta. Kondisi ini membuat air meresap ke dalam tumpukan sampah dan memicu pergerakan material hingga terjadi longsor.

“Kemarin itu 264 mm per hari. Itu termasuk curah hujan yang tinggi di Jakarta. Dan karena hujannya lama, masuk ke dalam sampah, menyebabkan sliding atau licin lalu longsor ke bawah,” jelasnya.

Sebagai langkah cepat untuk mengurangi dampak dan mencegah gangguan bagi warga sekitar, Pemprov DKI langsung memutuskan untuk menormalisasi aliran Sungai Ciketing yang tertutup material sampah akibat kejadian ini.

MEMBACA  Staf Istana Élysée Akan Disidang atas Dugaan Pencurian

“Dan untuk itu saya tadi di lapangan sudah memutuskan untuk segera dinormalisasi, terutama Sungai Ciketingnya, agar bisa normal kembali,” ungkap dia.

Menurut Pramono, sungai tersebut punya peran penting bagi aktivitas warga dan jalur operasional di kawasan TPST Bantargebang. Saat aliran sungai tertutup material longsor, akses jalan di sekitarnya juga ikut terganggu.

“Karena sungai itu manfaatnya bagi warga juga di tempat itu, begitu tertutup maka jalannya juga tertutup, di lapangan kelihatan sekali. Dan untuk itu segera akan dinormalisasi kembali,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Dalam proses penanganan di lapangan, pemerintah mengerahkan tim gabungan dari berbagai instansi untuk mempercepat evakuasi serta pembersihan material longsor.

Tinggalkan komentar