Berlabuh Diberikan: India dan Sri Lanka Izinkan Kapal Tempur Iran Usai Ancaman Rudal AS

Minggu, 8 Maret 2026 – 08:38 WIB

India mengizinkan kapal perang Iran buat berlabuh di hari yang sama ketika Amerika Serikat menenggelamkan kapal lainnya di dekat pantai Sri Lanka, menurut para pejabat. India menerima permintaan untuk kapal perang Iran bernama Lavan pada tanggal 28 Februari, hari dimana perang Iran dimulai.

India memberikan izin tersebut sebagai sebuah isyarat kemanusiaan, kata Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar pada Sabtu, 7 Maret 2026. Ini terjadi setelah AS menenggelamkan kapal angkatan laut Iran, IRIS Dena, di perairan dekat Sri Lanka.

Serangan ini termasuk kejadian langka sejak Perang Dunia Kedua dimana sebuah kapal selam menenggelamkan kapal perang di permukaan. Kejadian ini juga menunjukan perluasan agresi militer AS dan Israel terhadap Iran. Setidaknya 87 orang tewas dalam serangan AS ke kapal Iran IRIS Dena di zona ekonomi eksklusif Sri Lanka, sekitar 19 mil laut dari pantai.

Kapal IRIS Dena sebelumnya ikut serta dalam latihan angkatan laut yang diadakan India, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke perairan internasional. Latihan itu diikuti setidaknya oleh 74 negara, termasuk Angkatan Laut AS yang melakukan latihan pengintaian dan patroli maritim.

Kapal induk drone Iran Shahid Bagheri dibom AS

Kapal Lavan akhirnya berlabuh di pelabuhan Kochi, India selatan, pada hari Rabu. Itu terjadi di hari yang sama ketika kapal selam AS menyerang fregat Iran Dena. Izin diberikan setelah permintaan mendesak dari Teheran, menurut sumber pemerintah India kepada Reuters.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa menghancurkan angkatan laut Iran adalah salah satu tujuan perang yang dia dan Israel mulai seminggu yang lalu.

Lavan—yang merupakan kapal pendarat amfibi—dan dua kapal lainnya "sedang dalam perjalanan untuk peninjauan armada dan kemudian mereka, secara tidak sengaja, terperangkap dalam situasi ini," ujar Jaishankar dalam acara Dialog Raisina. "Kami mendekati ini dari sudut pandang kemanusiaan, terlepas dari pertimbangan hukum. Saya rasa kami melakukan hal yang benar."

MEMBACA  Peru Mendorong Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Perempuan di Wilayah APEC

Halaman Selanjutnya
India sebenarnya sudah menerima permintaan berlabuh untuk Lavan pada 28 Februari, hari pertama perang. Sumber menambahkan bahwa permintaan itu "sangat mendesak karena kapal tersebut mengalami kendala teknis."

Tinggalkan komentar