loading…
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH. Abdussalam Shohib menyoroti situasi geopolitik dunia yang memanas akibat konflik antara Iran dengan aliansi Israel dan Amerika Serikat. Foto/istimewa
JOMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH. Abdussalam Shohib, menyoroti situasi geopolitik dunia yang memanas akibat konflik Iran melawan aliansi Israel dan Amerika Serikat.
Hal ini disampaikanya dalam Peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan penutupan khataman kitab Ramadan serta doa untuk bangsa Iran di Denanyar, Jombang, Jumat malam, 6 Maret 2026.
Gus Salam, panggilan akrabnya, menilai kegiatan itu bukan hanya agenda keagamaan, tapi juga wujud empati dan solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Iran dan Palestina yang jadi korban konflik di Timur Tengah.
“Kegiatan ini bukan cuma ungkapan empati untuk rakyat Iran dan Palestina, tetapi juga bentuk dukungan atas nama kemanusiaan dan keadilan, terutama kepada sesama saudara muslim di dunia,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga: Isi Lengkap Telegram Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan TNI Siaga 1, Ada Apa?
Menurut Gus Salam, konflik yang terjadi beberapa waktu terakhir telah menimbulkan banyak korban sipil dan memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut serangan militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada akhir Februari 2026 telah menewaskan banyak korban, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Hosseini Khamenei, beserta keluarganya dan ribuan warga sipil.
Gus Salam menilai serangan tersebut sebagai tindakan brutal yang tidak cuma melanggar prinsip kemanusiaan, tetapi juga mencederai hukum internasional. Apalagi, serangan dilakukan di tengah upaya mediasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Oman.