Polri dan TNI Dikerahkan untuk Amankan Malam Idulfitri di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan polisi dan militer untuk memastikan keamanan saat perayaan malam takbiran, ujar Gubernur Pramono Anung pada Sabtu.

Pramono menyatakan pemprov akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan TNI dalam menjaga keamanan di ibu kota selama perayaan tahunan yang menandai akhir bulan puasa umat Islam ini.

“Penataan keamanan akan dikoordinir dengan polisi dan militer untuk mengamankan Jakarta,” kata Pramono kepada wartawan usai membuka Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Dia menyampaikan optimisme bahwa keamanan akan tetap terkendali pada malam takbiran dan sepanjang masa libur Idul Fitri, meski dengan persiapan pengamanan yang diperketat.

Menurut Pramono, pengamanan perayaan malam takbiran bukanlah hal baru bagi aparat karena acara ini berlangsung tiap tahun dan telah lama menjadi bagian dari perencanaan rutin keamanan publik Jakarta.

Dengan pengalaman bertahun-tahun mengelola kerumunan besar dan perayaan, pemprov dan pasukan keamanan telah memiliki prosedur tetap untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan atau risiko keselamatan.

“Saya yakin semua akan aman karena ini sudah menjadi kegiatan yang berulang setiap tahunnya,” ujarnya, menyatakan keyakinan pada kesiapan pihak berwenang.

Pramono juga menyinggung lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran, ketika jutaan warga bepergian ke kampung halaman.

Dia mengatakan arus warga yang kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran dengan keluarga di daerah juga merupakan momen penting bagi pemprov.

Pemerintah Jakarta menyambut baik arus perjalanan musiman ini dan berharap perjalanan warga dapat berlangsung dengan selamat dan nyaman.

“Kembali ke Jakarta adalah momen penting bagi pemprov. Kami mengucapkan selamat datang kembali ke ibu kota,” kata Pramono.

MEMBACA  Pemerintah Menyesuaikan Kebijakan AI untuk Manfaat Masyarakat: Kementerian

Dia menambahkan, koordinasi yang erat antar instansi dan personel keamanan akan membantu memastikan malam takbiran dan perayaan Lebaran berjalan aman, tertib, dan damai.

Sebelumnya, Pramono mengimbau warga Jakarta yang akan mudik untuk melaporkan kepergiannya kepada ketua RT setempat.

“Kami minta warga yang akan mudik memberitahukan kepada ketua RT agar rumahnya tidak dibiarkan kosong tanpa sepengetahuan,” ucapnya.

Langkah ini bertujuan mengurangi risiko kejahatan seperti pencurian di rumah yang ditinggalkan kosong selama perayaan Lebaran di luar kota.

Berita terkait: Indonesia periksa 32.760 unit angkutan umum untuk keselamatan mudik

Berita terkait: Kementerian peringatkan kenaikan kasus campak jelang libur Lebaran

Penerjemah: Siti N, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar