Indonesia Miliki Cadangan Beras untuk 324 Hari dengan Produksi Bulanan 5,7 Juta Ton

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa Indonesia telah memiliki cadangan beras yang cukup untuk 324 hari ke depan, atau hampir 11 bulan, dengan produksi per bulan bisa mencapai 5,7 juta ton.

Berbicara di Jakarta pada Jumat (21/3), dia menyampaikan bahwa data resmi yang dirilis Maret menunjukan negara mampu memproduksi antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton beras per bulan, melebihi rata-rata konsumsi nasional per bulan sebanyak 2,59 juta ton.

Dia menambahkan, pemerintah telah mengkonfirmasi stok beras sebanyak 27,99 juta ton. Stok ini terdiri dari 3,76 juta ton yang disimpan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), 12,50 juta ton cadangan milik masyarakat, dan 11,73 juta ton berupa tanaman yang siap panen.

Sulaiman menunjuk ke tren positif dalam proyeksi produksi, mencatat bahwa Indonesia diperkirakan akan memproduksi sekitar 16,92 juta ton beras antara Januari dan Mei 2026. Dia menekankan prospek ini sebagai cerminan dari ketahanan pertanian nasional di tengah tantangan global.

“Perkiraan kami menunjukkan bahwa stok Bulog akan mencapai lima juta ton dalam dua bulan ke depan, yang semakin memperkuat cadangan beras pemerintah,” tambahnya.

Menteri itu juga mencatat inisiatif berkelanjutan pemerintah untuk mengantisipasi kekeringan akibat iklim, dengan menyoroti program pemasangan pompa air untuk mengairi sekitar dua juta hektar lahan pertanian di seluruh negeri.

“Tahun lalu, program antisipasi ini mencakup 1,2 juta hektar, dan kami berencana memperluasnya menjadi satu juta hektar lagi tahun ini untuk menjaga produksi,” kata Sulaiman.

Kemudian dia menyebut tentang pupuk, meyakinkan petani bahwa stok cukup dan menyoroti penurunan harga sebesar 20 persen. “Ini akan sangat memotivasi petani untuk terus bercocok tanam,” imbuhnya.

MEMBACA  Cara Menonton Miami vs Texas A&M: Waktu Mulai & Channel TV untuk Pertandingan Babak Pertama CFP Hari Ini

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pemerintah telah bergerak untuk mengoptimalkan potensi lahan rawa sebagai bagian dari strateginya untuk menjaga produksi jika terjadi kekurangan air selama musim kemarau.

“Insya Allah, negara kita telah mencapai ketahanan pangan. Kami memiliki produksi yang kuat dan stok yang mencukupi, didukung oleh langkah-langkah antisipasi pemerintah,” tutupnya.

Berita terkait: Bulog pastikan stok beras dan MinyaKita stabil jelang Lebaran

Berita terkait: Menteri: Stok pangan Indonesia aman jelang Ramadan

Berita terkait: Pemerintah targetkan serapan 4 juta ton cadangan beras pada 2026

Penerjemah: M. Harianto, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar