Pasar Dunia Bergejolak! Bursa Asia Jatuh Terimbas Lonjakan Harga Minyak Global

Jumat, 6 Maret 2026 – 08:50 WIB

Jakarta, VIVA – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik turun pada pembukaan dagang hari ini, Jumat (6/3/2026). Penurunan ini mengikuti koreksi di bursa Amerika Serikat, dipicu oleh perang di Timur Tengah yang mendorong kenaikan signifikan harga energi.

Harga minyak dunia telah menembus level US$80 atau sekitar Rp1,35 juta per barel. Harga minyak Brent bahkan melesat 3,54% menjadi US$84,31 per barel. Minyak mentah AS (WTI) juga catat kenaikan harian terbesar sejak Mei 2020, meski kemudian melemah 2%.

Ketidakpastian global makin terasa setelah Jaksa Agung New York bersama jaksa dari 23 negara bagian menggugat untuk memblokir rezim tarif global Presiden AS Donald Trump. Hal ini menyusul keputusan pengadilan bahwa perusahaan berhak atas pengembalian tarif Trump yang dibatalkan Mahkamah Agung.

Dampak ke Bursa Regional:

  • Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,87%.
  • Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 0,24%.
  • Indeks S&P/ASX 200 Australia anjlok 1,09% di awal sesi.
  • Indeks Hang Seng Hong Kong juga turun.

    Di Wall Street, tiga indeks utama terkoreksi akibat aksi jual saham-saham besar seperti Boeing dan Caterpillar. Indeks Dow Jones ambruk 1,61%, disusul penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite.

MEMBACA  Trump memperingatkan produsen mobil AS untuk tidak memanfaatkan tarif dengan menaikkan harga bagi konsumen.

Tinggalkan komentar