Jumat, 6 Maret 2026 – 00:57 WIB
Jakarta, VIVA – Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna akhirnya bakal diangkat ke layar lebar. Dua rumah produksi, yaitu Sinergi Pictures dan Ben Film, bekerja sama untuk mengerjakan proyek ini. Sutradara Kuntz Agus akan memegang kendali kreatif, dan rencananya syuting dimulai pada April 2026.
Philip Lesmana, produser dari Sinergi Pictures, mengungkapkan alasan di balik adaptasi ini. Menurutnya, bukan cuma karena novelnya populer, tapi juga karena ceritanya yang kuat dan relatable. "Selain banyak yang baca, alasan kami mengadaptasi novel ini adalah karena ceritanya sangat bagus, dekat dengan kehidupan banyak orang, dan inspiratif. Ini sesuai dengan visi Sinergi Pictures yang selalu menghadirkan cerita kuat tentang realita sekitar," kata Philip dalam pernyataannya.
Sementara dari pihak Ben Film, produser Ardina Atles menekankan kalau proses pemilihan sutradara dan pemain dilakukan dengan sangat hati-hati. Tujuannya agar film ini bisa memuaskan penonton baru maupun fans setia bukunya. "Mengalihkan novel ke film itu ada tantangannya, tapi di situlah menariknya. Pembaca pasti punya ekspektasi tinggi terhadap karya yang mereka suka," ujar Ardina.
"Bersama Sinergi Pictures, kami berusaha agar hasilnya bisa dinikmati baik oleh yang sudah baca novelnya maupun yang belum. Kami juga sudah tidak sabar untuk mulai syuting," tambahnya. Tim produksi berjanji akan menjaga esensi cerita yang emosional, sekaligus menambahkan pengalaman visual yang lebih cinematic.
Proses casting sebenarnya sudah berjalan di beberapa tempat, tapi nama-nama pemain utamanya belum diumumkan secara resmi. Jadi, para penggemar novel Brian Khrisna harus bersabar dulu untuk tahu siapa yang akan memerankan tokoh-tokohnya.
Buat yang belum tau ceritanya: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati bercerita tentang Ale, seorang lelaki yang berada di titik terendah hidupnya dan berencana mengakhiri segalanya. Di 24 jam terakhir, ia cuma punya satu keinginan: makan semangkuk mie ayam. Tapi warung yang ia tuju ternyata tutup.
Penundaan kecil itu malah membawanya pada serangkaian pertemuan tak terduga, yang pelan-pelan mengubah cara Ale melihat hidup dan dirinya sendiri. Sebuah kisah yang tampak sederhana, tapi punya makna yang dalam.
Halaman Selanjutnya