Iran terus menghantam aset-aset AS di kawasan ini sembari negara-negara Arab Teluk melaporkan ledakan-ledakan dan penembakan jatuh drone.
Dengarkan artikel ini | 4 menit
Pasukan Irak telah menembak jatuh sebuah drone yang berusaha menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dekat Bandara Internasional Baghdad, menurut media lokal, di saat Iran terus melancarkan serangan terhadap aset AS di negara-negara Arab. Kawasan ini semakin terjerumus dalam peperangan setelah enam hari.
Berdasarkan laporan-laporan tersebut, drone itu berusaha menargetkan Pangkalan Udara Victoria pada dini hari Rabu dan dicegat sebelum mencapai sasarannya.
Cerita-Cerita Rekomendasi
Video yang beredar awal Kamis pagi menunjukkan sebuah drone jatuh di area Al-Bu’aitha, Baghdad, di hadapan personel keamanan.
Serangan ini terjadi di saat ketegangan di Timur Tengah melonjak akibat konflik berkepanjangan yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel yang melancarkan perang terhadap Iran.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan pada Kamis bahwa sistem pertahanan udaranya sedang mencegat serangan misil. Berbagai ledakan terdengar di langit atas Doha.
Ledakan-ledakan baru juga terdengar di Bahrain.
Kekerasan yang bergema ini telah menyebar ke seluruh kawasan, dengan serangan-serangan juga dilaporkan terjadi di Arab Saudi, Oman, dan Kuwait.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan drone terbaru yang masuk ke wilayahnya ditembak jatuh dekat region al-Jawf, di bagian utara negara tersebut. Ini terjadi setelah kementerian mengumumkan pencepatan tiga drone di sebelah timur Governorat al-Kharj.
Oman’s Oil Marketing Company menyatakan salah satu tangki penyimpanannya rusak dalam sebuah “insiden”, yang menurut penilaian awal hanya bersifat minor. Perusahaan mengatakan operasi di lokasi terdampak telah dihentikan, menurut kantor berita Reuters.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menyerukan diakhirinya perang dalam sebuah postingan di X. “Oman menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata segera dan kembali ke diplomasi regional yang bertanggung jawab,” tulisnya. “Ada jalan keluar yang tersedia. Mari kita gunakan.”
Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan sebuah ledakan di atas sebuah kapal tanker minyak terjadi di luar perairan teritorialnya, lebih dari 60km (37 mil) dari Pelabuhan Mubarak al-Kabeer.
Dinyatakan seluruh awak selamat, tetapi kapal tersebut kemasukan air dan tumpahan minyak berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan.
Di saat ketegangan di seluruh Timur Tengah tetap tinggi, Kementerian Dalam Negeri Qatar pada Kamis memerintahkan evakuasi penduduk yang tinggal dekat Kedubes AS di Doha sebagai langkah pencegahan.
Zein Basravi dari Al Jazeera, melaporkan dari ibu kota Qatar, mengatakan kompleks Kedubes AS menempati “area yang sangat luas” yang terletak “di jantung kota”.
“Area ini adalah rumah bagi banyak keluarga, ada SPBU, mal, dan dekat dengan jalan tol,” katanya.
Basravi menambahkan bahwa Kedubes AS di Arab Saudi dan Kuwait, serta Konsulat AS di Dubai, semua telah menjadi target drone minggu ini.
Pada Rabu, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan mereka telah menembakkan 230 drone ke beberapa fasilitas yang menampung pasukan AS di Timur Tengah, termasuk sebuah pangkalan di Erbil di Irak utara serta Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Camp Arifjan di Kuwait.
IRGC menyatakan serangan-serangan itu merupakan bagian dari “langkah-langkah kuat pertama” mereka dalam perang ini, meskipun Iran telah menyerang negara-negara Arab Teluk selama berhari-hari sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan ofensif terkoordinasi mereka pada Sabtu.
Presiden Masoud Pezeshkian secara langsung menyampaikan pesan kepada negara-negara tetangga Iran pada Rabu, mengatakan Iran berusaha menghindari perang melalui diplomasi, tetapi serangan AS-Israel membuatnya “tidak punya pilihan” selain membalas.
“Kami menghormati kedaulatan Anda,” kata presiden dalam dua postingan terpisah dalam bahasa Arab dan Persia di X.
Dia menambahkan, Iran percaya keamanan di kawasan harus dicapai melalui upaya kolektif.