Target Pertumbuhan Ekonomi China Ditargetkan di Bawah 5% untuk Pertama Kalinya dalam Pertemuan Penting

Simak artikel ini | 4 menit

info

Ribuan pejabat Tiongkok telah berkumpul di Beijing untuk sesi pembukaan Kongres Rakyat Nasional (KRN), di mana para delegasi menyetujui peta jalan ekonomi dan politik negara untuk lima tahun ke depan.

Tiongkok telah menetapkan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,5 hingga 5 persen untuk tahun 2026, berdasarkan laporan pemerintah yang ditinjau oleh Kantor Berita Xinhua pada Kamis, turun dari target terkini “sekitar 5 persen”.

Artikel Rekomendasi

daftar 4 itemakhir daftar

Angka pertumbuhan yang diturunkan ini mencerminkan perlambatan ekonomi Tiongkok, yang dipicu sebagian oleh kolapsnya sektor properti yang pernah menyumbang 25 hingga 30 persen PDB.

“Target pertumbuhan ini cukup realistis,” ujar ekonom Tiongkok dari Economist Intelligence Unit, Tianchen Xu, seraya mencatat angka tersebut mencerminkan tren Tiongkok menuju harapan yang lebih konservatif.

“Ini adalah pergeseran lebih lanjut dari pola pikir ‘angka diutamakan’ menuju ‘kualitas diutamakan’,” kata Xu kepada kantor berita Reuters.

“Beijing tidak selalu memandang tingkat pertumbuhan tinggi sebagai hal yang baik, karena dapat mendorong pejabat daerah membesar-besarkan pertumbuhan dengan proyek mercusuar dan manipulasi data,” jelas Xu.

“Ini tentang menghadirkan hasil ekonomi yang lebih nyata, seperti peningkatan pendapatan rumah tangga dan perluasan akses layanan publik,” tambahnya.

Tiongkok juga berencana meningkatkan belanja pertahanan sebesar 7 persen, tingkat terendah dalam lima tahun terakhir menurut Reuters, meskipun lebih tinggi dibandingkan kawasan lainnya.

Menghadapi perlambatan ekonomi jangka panjang, Tiongkok berupaya bertransisi dari ekonomi yang digerakkan manufaktur dan ekspor menuju konsumsi dan teknologi mutakhir. Negara itu juga mengincar swasembada industri yang lebih besar di tengam tantangan politik dari Amerika Serikat.

Tantangan lain yang dihadapi ekonomi terbesar kedua dunia ini mencakup tekanan deflasi, kepercayaan konsumen yang lemah, pengangguran kaum muda yang tinggi, serta dampak tarif dan perang dagang dari Presiden AS Donald Trump.

MEMBACA  Masyarakat Amerika Bersiap Sambut Tahun Baru Tanpa Jaminan Kesehatan

‘Masyarakat yang Ramah Kelahiran’

Laporan Kerja Pemerintah tahunan Perdana Menteri Li Qiang, yang disampaikan di KRN pada Kamis, menunjukkan PDB Tiongkok tumbuh 5 persen menjadi 140,19 triliun renminbi (RMB) ($20,28 triliun) tahun lalu.

Laporan panjang tersebut juga merinci target lainnya, seperti rencana stimulus fiskal Tiongkok untuk 2026, termasuk target belanja publik sekitar 30 triliun RMB ($4,3 triliun) menurut Xinhua.

Tiongkok akan terus mendukung industri maju seperti “sirkuit terpadu, penerbangan dan antariksa, biomedis, dan ekonomi ketinggian rendah”, ungkap laporan kerja itu, merujuk pada penggunaan teknologi drone dalam segala hal mulai dari logistik hingga pertanian dan layanan darurat.

 

Menurut laporan, para pejabat telah mulai menyasar masalah “involusi” atau persaingan berlebihan antarperusahaan domestik, yang sering berujung pada overproduksi dan produk berkualitas rendah.

Laporan kerja itu juga menyentuh rencana Tiongkok mengatasi masalah sosial dan lingkungan, seperti penurunan populasi yang dipicu masyarakat menua, angka kelahiran yang jatuh, dan dampak jangka panjang kebijakan satu anak yang kini telah ditinggalkan.

Tiongkok bertekad menjadi “masyarakat yang ramah kelahiran”, lapur Xinhua, dan berencana memperluas layanan bagi populasi lansia di atas 60 tahun yang terus bertambah.

Negara itu juga bertujuan mencapai puncak emisi karbon pada 2030 seiring transisi menuju sumber energi terbarukan dari batu bara dan bahan bakar fosil lain, menurut laporan tersebut.

KRN digelar di Beijing bersamaan dengan Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (KPPRT), badan penasihat terpisah bagi kepemimpinan negara yang menyampaikan umpan balik dan proposal untuk legislasi masa depan.

Bersama-sama, KRN dan KPPRT dikenal sebagai “Dua Sidang”.

Acara terpenting pekan ini adalah peluncuran Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok, yang akan menggariskan target perkembangan jangka menengah untuk 2026 hingga 2030. Tiongkok berupaya melipatgandakan PDB per kapita tahun 2020 pada 2035 untuk menjadi ekonomi “berkembang secara moderat”, menurut Xinhua.

MEMBACA  Hujan lebat melanda Kepulauan Canaria Spanyol

Tinggalkan komentar