Kamis, 5 Maret 2026 – 11:35 WIB
Militer Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa mereka tidak punya kemampuan untuk menangkis semua gelombang serangan drone dari Iran. Dalam sebuah pertemuan rahasia, Ketua Kepala Staf Gabungan dan beberapa pejabat lain menyampaikan bahwa Iran berusaha membuat AS menghabiskan amunisinya.
Para pejabat tinggi militer mengatakan kepada anggota parlemen dalam briefing tertutup hari Selasa lalu, bahwa mereka mungkin tidak bisa menembak jatuh setiap drone Iran yang diluncurkan ke instalasi dan aset militer AS. Demikian menurut dua sumber yang tahu masalah ini.
Para pejabat yang dipimpin Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengatakan Iran telah mengerahkan ribuan drone serang satu arah. Meski punya kemampuan untuk menjatuhkan sebagian besar, tapi tidak semuanya.
Akibatnya, kata para pejabat dalam briefing rahasia untuk anggota parlemen di Capitol Hill, AS fokus pada penghancuran lokasi peluncuran drone dan rudal konvensional secepat mungkin. Sumber-sumber itu bicara dengan syarat anonim karena membahas detail sensitif.
Sebagai balasan atas serangan AS, Iran telah meluncurkan drone Shahed yang berbiaya rendah dan satu arah. Dengan terbang rendah dan lambat, drone ini dianggap lebih bisa menghindari pertahanan udara konvensional dibanding rudal balistik.
Seorang pejabat senior pemerintah AS menyebut strategi drone Iran—untuk membuat AS mengorbankan pencegat tercanggih seperti Patriot dan Thaad—keliru dan tidak berhasil, karena AS telah menjatuhkan drone-dronenya dengan berbagai cara.
Meski begitu, para pemimpin Demokrat di Kongres menyatakan kekhawatiran bahwa AS sudah menghabiskan terlalu banyak pencegat untuk bertahan dari rudal balistik Iran.
Jenderal Caine mengakui kekhawatiran tersebut, menurut satu sumber, meski di depan publik ia menyatakan keyakinan pada tingkat persediaan.
"Kami memiliki amunisi presisi yang cukup untuk tugas yang ada, baik serangan maupun pertahanan," kata Caine dalam konferensi pers di Pentagon, Rabu pagi, meski tidak memberikan detail spesifik.
Tingkat tembakan yang tinggi ini mahal harganya. Di hari-hari awal perang, AS menghabiskan sekitar $2 miliar per hari. Angka itu turun menjadi mendekati $1 miliar dan diperkirakan akan turun lagi seiring konflik berlanjut, menurut sumber yang tahu analisis awal departemen pertahanan.
Juru bicara Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar. Juru bicara kepala staf gabungan menolak berkomentar dengan alasan keamanan operasional.
Halaman Selanjutnya