Jakarta (ANTARA) – Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Pemerintah bisa meningkatkan PDB Indonesia hingga Rp14,5–26 triliun.
“MBG memberikan dampak makroekonomi yang positif dan terukur. Simulasi kami menunjukkan tambahan pertumbuhan PDB sebesar Rp14,5–Rp26 triliun,” kata Iwan Hermawan, Ketua Tim Peneliti MBG BRIN, dalam sebuah seminar pada Rabu.
Dia menjelaskan bahwa perkiraan keuntungan itu akan disertai dengan pertumbuhan konsumsi agregat hingga 0,19 persen dan pertumbuhan investasi hingga 0,24 persen, dengan tekanan inflasi tetap terkendali.
“Karena kedua komponen itu berkontribusi besar terhadap PDB. Kalau mereka naik secara signifikan, itu akan mendongkrak pertumbuhan PDB. Apalagi, dengan target pertumbuhan 2029 ditetapkan di 8 persen, program ini seharusnya sejalan dengan tujuan itu, sambil menjaga inflasi relatif terkontrol,” ujar Hermawan.
Studi tersebut juga menemukan bahwa dampak MBG merambah ke sektor hulu dan hilir, khususnya produksi pangan dan ketenagakerjaan.
“Peningkatan produksi terutama terlihat pada beras, produk olahan daging, susu, dan hortikultura, diikuti oleh penyerapan tenaga kerja hingga 0,19 persen di sektor pangan dan pengolahan,” catatnya.
“Secara keseluruhan, kinerja program sudah mendekati harapan mereka, meskipun mungkin ada beberapa catatan mengenai porsi makanannya,” katanya.
Berdasarkan temuan ini, BRIN merekomendasikan penguatan MBG melalui *dashboard* keluaran–hasil nasional yang mengintegrasikan standar gizi, keamanan pangan, distribusi, dan kinerja tata kelola secara real-time dan transparan.
Penerjemah: Sean, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026