Perang Iran Bisa Picu Khamenei Digantikan Sosok ‘Tak Lebih Baik,’ Ujar Trump

Konflik di Iran sudah berjalan empat hari dan bisa menyebar ke wilayah sekitarnya. Biaya perang yang sangat besar dari Amerika Serikat bertabrakan dengan pengakuan mengejutkan dari pemerintahan Trump.

Sejak serangan militer terhadap pemimpin Iran dimulai Sabtu lalu, pemerintahan Trump memberikan beberapa penjelasan untuk membenarkan aksinya, meski tidak secara jelas menyebutkan tujuan mengganti kepemimpinan. Presiden Donald Trump klaim serangan awal menewaskan sampai 48 anggota pimpinan Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

"Ini bukan yang disebut ‘perang ganti rezim’, tapi rezimnya memang sudah berganti," kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Senin.

Tapi bagi Trump, serangan besar-besaran ini juga tidak diikuti dengan kejelasan tentang langkah selanjutnya. Khususnya, bagaimana mengisi kekosongan kepemimpinan tanpa risiko kembali ke pemerintahan diktator Khamenei.

"Skenario terburuknya adalah kita lakukan ini lalu seseorang mengambil alih yang sama jahatnya dengan orang sebelumnya," kata Trump pada Selasa.

Kekhawatiran Trump muncul saat banyak suara di AS dan luar negeri mengkritik pemerintahan karena tidak punya rencana jelas untuk masa depan Iran. Pertanyaan ini makin penting saat perkiraan biaya perang dirilis. Seorang ahli ekonomi memperkirakan total dampak ekonomi untuk AS bisa mencapai $210 miliar.

Keterlibatan AS di Iran bisa berubah skalanya. Persediaan senjata kunci bisa habis, dan biaya perang bisa naik jika perang berlanjut dan melibatkan lebih banyak kelompok dari wilayah tersebut. Gangguan berkepanjangan pada produksi minyak dan gas di Timur Tengah bisa picu inflasi lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi lebih lambat di seluruh dunia, kata seorang penasihat ekonomi utama.

Publik yang tidak mendukung

Tidak adanya rencana suksesi yang jelas di Iran adalah salah satu hal yang membuat banyak warga Amerika khawatir tentang keterlibatan AS di perang panjang lainnya di Timur Tengah. Sebuah jajak pendapat menunjukkan 43% warga Amerika tidak setuju dengan perang ini. Survei lain juga temukan 62% warga Amerika pikir pemerintahan Trump belum jelaskan sepenuhnya apa tujuan militer AS di Iran.

MEMBACA  Prakiraan Saham Intercontinental Exchange Inc. (ICE)

Tidak adanya rencana akhir juga mengkhawatirkan anggota parlemen.

Dampak ekonomi sudah dirasakan global. Harga BBM di AS naik $0.11 dalam semalam. Meski Trump bersikeras harga minyak akan turun, kenyataannya sekarang adalah ketidakpastian dan ketegangan geopolitik yang meningkat. Sekutu termasuk Spanyol dan Inggris tolak ikut serta dalam serangan awal. Spanyol sebut perang ini langgar hukum internasional, dan Trump balik ancam akan hentikan perdagangan dengan negara itu.

Sementara Trump menyeru rakyat Iran untuk "mengambil alih" pemerintahan mereka, administrasinya tidak menawarkan dukungan kepada masyarakat sipil yang mungkin bisa membangun masyarakat berdasarkan hukum. Seorang jurnalis memperingatkan kekosongan akibat serangan mungkin justru diisi oleh kelompok pecahan dalam Garda Revolusi atau faksi fanatik lainnya. Dia juga catat bagaimana beberapa tindakan pemerintahan Trump selama setahun terakhir, termasuk pemotongan dana untuk penyiar Voice of America, justru menciptakan lebih banyak hambatan untuk masa depan Iran.

Tinggalkan komentar