Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan, terutama di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Hal ini disampaiakan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, setelah pertemuan dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu.
“Sebab situasi global saat ini membuat orang mudah berpikir menurut perspektif masing-masing, dan itu berpotensi mengganggu kerukunan kita,” ujarnya.
Muzani menekankan bahwa Presiden Prabowo telah berulang kali menyatakan bahwa setiap kebijakan yang dibuatnya dan pemerintah jalankan semata-mata demi bangsa Indonesia.
Pesan yang sama, lanjutnya, juga ditekankan oleh Presiden saat pertemuan dengan beberapa tokoh kunci, seperti mantan presiden dan wakil presiden, pimpinan partai politik, mantan menteri luar negeri, dan pejabat lainnya, pada Selasa malam.
Mantan presiden dan wakil presiden yang hadir antara lain Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.
Dalam pertemuan Selasa itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus bersiap untuk segala kemungkinan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menanggapi eskalsi tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menegaskan bahwa dia telah menginstruksikan Duta Besar Indonesia di Teheran untuk segera mengambil langkah evakuasi bagi warga negara Indonesia yang ingin dipulangkan.
Dia mencatat bahwa tidak semua WNI di daerah terdampak meminta evakuasi. Namun karena beberapa di Iran telah menyatakan kesediaan untuk pergi, proses repatriasi dilakukan secara bertahap.
Berita terkait: Indonesia rencanakan evakuasi 15 warga dari Iran
Berita terkait: Tawaran mediasi Indonesia tetap berdiri di tengah konflik Timur Tengah
Berita terkait: Pasokan energi Indonesia aman meski konflik Timur Tengah: Menteri
Penerjemah: Genta T, Andi F, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026