Jakarta (ANTARA) –
Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, menyambut baik rencana kolaborasi yang lebih dalam dengan Kazakhstan saat pertemuan dengan Duta Besar Mochammad Fadjroel Rachman, yang mewakili Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan.
“Dalam budaya, yang kami promosikan adalah tradisi, termasuk silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” kata Zon dalam pernyataan pers pada Rabu.
Pembahasan mencakup beberapa agenda strategis: forum budaya yang bertepatan dengan kunjungan mendatang Presiden Kassym-Jomart Tokayev ke Indonesia, penguatan tradisi silat, kerjasama di bidang film dan seni pertunjukan, kemitraan museum, dan penguatan nota kesepahaman di sektor kebudayaan.
Zon menekankan bahwa silat merangkul seni dan olahraga, menyebutnya sebagai “aset berharga yang bisa dikembangkan dari sudut pandang seni dan tradisi,” termasuk melalui pertukaran dengan Kazakhstan.
Ia juga mendorong pembuat film Kazakhstan untuk bergabung dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan JAFF Market, mencatat bahwa skema koproduksi dapat memperkuat ekosistem film kedua negara.
Duta Besar Rachman menyoroti minat yang tumbuh dari sineas Kazakhstan, mencatat bahwa “seorang sutradara Kazakhstan tertarik untuk memproduksi film di beberapa lokasi di Indonesia.”
Dia menambahkan bahwa film Indonesia sudah diterjemahkan ke bahasa Rusia dan ditayangkan dalam acara bersama.
Rachman lebih lanjut mengonfirmasi rencana kunjungan Presiden Tokayev dan usulan untuk forum budaya.
“Selain forum politik dan bisnis, forum budaya yang menampilkan kolaborasi pertunjukan Indonesia-Kazakhstan juga direncanakan,” ujarnya.
Di luar film, ia membuka peluang kerjasama museum dan mengusulkan partisipasi Indonesia dalam kompetisi menyanyi internasional Voice of Turan, yang melibatkan sekitar 20 negara.
Inisiatif seperti itu, katanya, akan memperkuat kehadiran budaya Indonesia di Asia Tengah.
Penerjemah: Sinta, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026