Bandung, Jabar (ANTARA) – Otoritas konservasi Indonesia sedang bersiap untuk memindahkan satwa dilindungi dan endemik dari Kebun Binatang Bandung yang sedang bermasalah ke tempat perlindungan alternatif di Jawa Barat, sementara krisis manajemen terus membayangi masa depan fasilitas ini.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengumumkan pada Selasa bahwa pemindahan satwa secara bertahap kini menjadi opsi utama untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas ketidakjelasan soal manajemen baru untuk kebun binatang tersebut, yang sudah lama menghadapi tantangan operasional dan hukum.
Kebun Binatang Bandung saat ini sedang terjerat krisis multi-level yang melibatkan sengketa lahan, pencabutan izin operasi, dan penurunan parah dalam kesejahteraan satwanya.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jawa Barat, Andri Hansen Siregar, menyatakan bahwa prioritasnya adalah menyelamatkan spesies dilindungi dengan memindahkan mereka ke pusat konservasi yang memiliki keahlian khusus untuk berbagai jenis satwa langsung.
Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dari Kementerian Kehutanan telah menyelesaikan inventarisasi lokasi calon tempat penampungan, termasuk pusat khusus untuk primata, mamalia besar, dan karnivora.
“Lembaga yang dipilih untuk relokasi ini sudah lolos verivikasi dan asesmen ketat, serta memiliki peringkat kinerja tiggi untuk standar manajemen mereka,” tegas Siregar.
Kementerian Kehutanan telah menyetujui rencana ini secara resmi, dan otoritas kini menunggu instruksi teknis akhir untuk memulai pelaksanaan di lapangan.
Sebagian besar upaya relokasi ini juga berkaitan dengan masalah hewan “pinjaman” yang saat ini dipelihara di Kebun Binatang Bandung.
Beberapa hewan di lokasi tersebut adalah milik lembaga konservasi lain berdasarkan perjanjian kerja sama yang sudah berakhir pada tahun 2024.
Siregar mencatatu bahwa hewan-hewan ini sebenarnya sudah harus dikembalikan ke institusi asalnya, sehingga keperluan akan pemindahan langsung mercern minum menjadi prioritas tinggi untuk keposohan dan perakitan.
(Semntara redale- perlu dilakukan edit/red)
(HBD tersebut)
n= Namun kemungkin besar yang dimaksud adalah agar klun== Lebih normal telah dipT)
&&
Penjelasan: Tata "lega-P". Liq semanSemantis natural lembar namae-=")
Kal,
0 TKS el))