Pendapatan Tahunan Sea Melonjak Dua Kali Lipat, Namun Kekhawatiran Profitabilitas Tekan Saham Terburuk dalam Dua Tahun

Perusahaan teknologi Sea dari Singapura melaporkan labanya meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat di divisi fintech (Monee) dan ekspansi ke pasar baru seperti Brazil.

Namun, kekhawatiran tentang profitabilitas membuat harga saham perusahaan turun drastis, penurunan terbesar dalam dua tahun.

Pendapatan penuh tahun 2025 Sea mencapai $22.9 miliar, naik 36.4%. Laba bersih melonjak hampir 260% menjadi $1.6 miliar. Divisi Monee tumbuh paling cepat, yakni 60% selama tahun 2025.

CEO Forrest Li mengatakan Sea akan perkuat kepemimpinannya di Taiwan dan tingkatkan kapabilitas operasional di Brazil. Perusahaan juga ingin memperdalam penggunaan AI, termasuk lewat kemitraan baru dengan Google.

Meski pendapatan naik, laba kuartalan yang $410.9 juta dirasa mengecewakan, sehingga saham terjun 16.5%. Kenaikan biaya logistik disebut sebagai salah satu penyebabnya.

Sea juga menghadapi persaingan ketat di pasar seperti Vietnam dan Brazil dari platform seperti TikTok Shop dan Temu.

Namun, beberapa analis yakin penurunan saham ini hanya reaksi berlebihan. Mereka melihat strategi Sea sebagai investasi jangka panjang untuk bangun keunggulan kompetitif.

MEMBACA  Firma Javice Ditagih Jutaan Hanya untuk 'Kehadiran' Menurut JPMorgan

Tinggalkan komentar