Atelier Seniman Cilik Singapura Gemilang di Art Capital 2026

Paris dan Singapura (ANTARA/PRNewswire) – Setelah berakhirnya Art Capital 2026 di Grand Palais, Paris, Little Artists Art Studio dari Singapura sekali lagi menegaskan posisinya sebagai pemimpin global dalam pendidikan seni serius untuk pemuda. Keikutsertaan beruntun mereka di lembaga seni paling bergengsi dan bersejarah di dunia ini merupakan pencapaian yang langka dan berarti.

Montase Little Artists di Art Capital 2026

Membangun kesuksesan debut bersejarah mereka di tahun 2025—saat siswa Little Artists menjadi anak-anak pertama yang tampil dalam sejarah 200 tahun Art Capital dan studio tersebut meraih Prix D’Innovation—kembalinya mereka di 2026 bukanlah pencapaian tunggal, melainkan bukti adanya kehadiran internasional yang langgeng.

Selama pameran, siswa-siswa Little Artists mempersembahkan serangkaian karya kuratorial dari berbagai kelompok usia, termasuk seniman neurodiverse dan berkebutuhan khusus, kepada penonton internasional yang terdiri dari kolektor, kurator, pendidik, dan profesional seni. Karya-karya itu dipamerkan dalam rangka salon utama, memperkuat filosofi studio bahwa keunggulan artistik ditentukan oleh disiplin, kedalaman, dan visi—bukan usia. Para siswa diwawancarai oleh media internasional, juri, kritikus seni, seniman master, dan lingkungan hidup yang terkesan dengan kematangan imajinasi dan eksekusi siswa muda tersebut.

“Kembali ke Grand Palais setelah debut bersejarah adalah pencapaian luar biasa, di mana karya siswa dipamerkan bersama seniman matang dan mapan, yang beberapa karyanya juga ada di museum. Kami berterima kasih kepada seluruh Juri yang meluangkan waktu untuk mempertimbangkan siswa kami agar dapat berpameran di Art Capital 2026,” ujar Shalini Kapoor, Pendiri dan Direktur Little Artists Art Studio.

Kehadiran studio ini di Art Capital memposisikan Singapura bukan sekadar peserta dalam budaya global, tetapi sebagai penghasil pemimpin budaya masa depan, yang mampu berkontribusi secara berarti bagi kanon seni internasional. Merefleksikan dampak studio tersebut, Bruno Madelaine, Presiden Société des Artistes Français, sebelumnya berkomentar: “Kami tidak biasa melihat seniman semuda ini di sini. Ini adalah acara yang luar biasa bagi kami, dan saya sangat bangga akan hal itu.”

MEMBACA  Christo-Barki Gemilang, Indonesia Hajar Togo 3-0

Diselenggarakan setiap tahun di Grand Palais, Art Capital mempertemukan lebih dari 3.000 seniman dan menarik lebih dari 150.000 pengunjung, termasuk kolektor, kurator, kritikus, dan institusi budaya terkemuka dari seluruh dunia. Intinya adalah Le Salon des Artistes Français, yang didirikan pada 1881 dan merupakan penerus dari Paris Salon asli yang dibentuk di masa Louis XIV—sebuah lembaga yang identik dengan ketelitian artistik dan warisan.

Didirikan lebih dari tiga dekade lalu, Little Artists Art Studio telah menjadi sinonim dengan pelatihan dasar yang mendalam, pengembangan seni yang berorientasi proses, dan eksposur internasional. Alumni studio tersebut melanjutkan studi dan praktik di institusi terkemuka seperti RISD, Parsons, SOTA, Central Saint Martins, dan Royal College of Art, serta berpameran secara profesional di seluruh dunia.

Seiring berakhirnya Art Capital 2026 di Grand Palais, kehadiran Little Artists Art Studio berdiri sebagai penegasan kuat bahwa generasi seniman berikutnya tidak menunggu di belakang layar—mereka sudah membentuk masa depan seni global.

The Little Artists at Grand Palais

Art Capital Jury at Little Artists Exhibit

Sumber: Little Artists Art Studio

Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar