Bayangkan tempat konser kecil, mungkin sekitar 900 orang. Ukurannya kira2 sama seperti kapal pesiar kecil, atau sekolah menengah umum rata-rata di AS. Sekelompok orang sebanyak itu memiliki kekayaan gabungan lebih besar dari separuh penduduk terbawah di Amerika, karena itulah kira-kira jumlah miliarder yang tinggal di AS. Tapi sebuah RUU baru meminta orang-orang di tempat konser atau sekolah hipotetis itu untuk urunan, dan membiayai cek seribu dolar untuk jutaan warga Amerika kelas menengah.
Senator Bernie Sanders dan Perwakilan Ro Khanna memperkenalkan "UU Membuat Miliarder Membayar Bagian yang Adil" pada Senin, usulan pajak kekayaan tahunan 5% untuk individu dengan kekayaan bersih $1 miliar atau lebih. Sanders memperkirakan total ada 938 miliarder di AS yang memegang kekayaan gabungan $8,2 triliun.
Uang sebesar 8,2 triliun itu tidak hanya akan masuk ke kas pemerintah. RUU yang diusulkan mengalokasikan sebagian pendapatannya kembali ke kantong Anda. Pada tahun pertama, pendapatan pajak akan digunakan untuk cek satu kali senilai $3,000 untuk setiap orang yang tinggal di rumah tangga berpenghasilan rendah atau menengah, atau yang berpenghasilan $150,000 atau kurang.
Meski RUU ini menghadapi peluang sulit karena Partai Republik menguasai DPR dan Senat, usulan ini mengikuti tren proposal yang bertujuan mendistribusikan kembali kekayaan miliarder. Sebuah serikat buruh besar memperkenalkan inisiatif pajak miliarder California yang serupa—pajak 5% untuk mereka yang kekayaan bersihnya $1 miliar atau lebih di negara bagian itu—walaupun disusun sebagai pajak satu kali, bukan berulang. RUU itu telah memicu eksodus dari California, dengan pendiri bersama Google, Sergey Brin dan Larry Page, termasuk yang mengumumkan kepergian mereka. Administrasi Biden pada 2023 memperkenalkan RUU serupa—pajak penghasilan minimum 20% untuk rumah tangga dengan kekayaan bersih $100 juta atau lebih—meski tidak banyak berhasil.
Sanders membayangkan RUU ini akan berbeda. Pendapatan dari tahun-tahun berikutnya akan diarahkan untuk "krisis paling mendesak yang dihadapi keluarga pekerja," menurut Sanders dalam siaran pers perkenalan RUU itu, diperkirakan menghasilkan $4,4 triliun dalam dekade pertama. Sanders dan Khanna mengatakan uang itu akan membalikkan pemotongan $1,1 triliun untuk Medicaid dan Affordable Care Act, menetapkan gaji minimum $60,000 untuk guru sekolah negeri, dan membatasi pembayaran penitipan anak bagi orang tua maksimal 7% dari penghasilan rumah tangga.
"Di saat ketimpangan penghasilan dan kekayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, undang-undang ini menuntut kelas miliarder di Amerika akhirnya membayar pajak yang adil agar kita dapat menciptakan ekonomi yang bekerja untuk kita semua, bukan hanya untuk 1% orang," kata Sanders.
Miliarder semakin mendapat kemarahan warga Amerika yang kecewa, banyak yang memandang orang super kaya sebagai ancaman bagi negara, menurut jajak pendapat Harris November 2025. Meski 60% warga AS ingin jadi miliarder, 53% mengatakan miliarder adalah ancaman bagi demokrasi, naik tujuh poin dari pertanyaan yang sama setahun sebelumnya.
Perhitungan pajaknya
Siaran pers Sanders mengutip analisis dari Emmanuel Saez dan Gabriel Zucman, peneliti di Universitas California, Berkeley. Laporan mereka mengungkap dampak jangka panjang pajak kekayaan 5% terhadap 10 orang terkaya Amerika, menerapkan pajak 5% pada kekayaan mereka untuk setiap tahun mereka berstatus miliarder. Perhitungannya menunjukkan kekayaan miliarder pada dasarnya akan terbelah setiap tahun.
CEO Tesla, Elon Musk, orang terkaya di negara ini saat ini, akan melihat kekayaannya turun dari sekitar $745 miliar menjadi $363 miliar jika pajak 5% diterapkan pada kekayaannya setiap tahun sejak dia menjadi miliarder pada 2012. Kekayaan pendiri bersama Google, Larry Page, akan turun dari $258 miliar menjadi $83 miliar jika pajak yang sama diterapkan setiap tahun sejak dia mencapai status miliarder pada 2004.
"Demokrasi menjadi oligarki ketika kekayaan terlalu terkonsentrasi," tulis para peneliti. "AS sekarang telah mencapai tingkat konsentrasi kekayaan teratas yang belum pernah terjadi sebelumnya."