Penemu Roomba Luncurkan Robot Pendamping, Lebih Seperti Peliharaan daripada Pembantu

Saat ini, sebagian besar robot rumahan hanyalah penyedot debu yang dilebiih-lebihkan atau konsep yang sangat jauh dan mungkin tidak akan pernah dipasarkan secara komersial. Namun, baru-baru ini kita mendapatkan gambaran tentang robot pendamping rumah tangga baru yang berpotensi hadir di pasaran tahun depan, dan penemunya memiliki rekam jejak yang terbukti dalam menghadirkan robot ke rumah-rumah.

Colin Angle, salah satu pendiri pembuat Roomba, iRobot, secara resmi meluncurkan perusahaan barunya, Familiar Machines & Magic, dalam acara The Future of Everything milik The Wall Street Journal pekan ini.

Tujuan FM&M adalah menciptakan robot rumahan yang berperan lebih sebagai teman emosional daripada mesin penyelesaian tugas. Produk perdananya adalah robot pendamping berkaki empat dengan nama sandi Ami (menurut publikasi dari The Verge). Robot ini tampak seperti persilangan antara anjing dan beruang, serta dirancang untuk membangkitkan kedekatan dengan pemilik manusianya.

"Era robotika berikutnya bukan hanya soal ketangkasan atau bentuk humanoid—ini tentang mesn yang bisa membangun dan mempertahankan koneksi dengan manusia," kata Angle dalam sebuah siaran pers resmi.

[Embedded Tweet Placeholder] — Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.

Kemungkinan besar Ami baru akan diluncurkan paling cepat tahun depan, dan kami belum mengetahui banderol harganya, namun potensinya sudah cukup menarik perhatian. Selain memiliki kualitas hasil inovasi seperti Roomba, siaran pers Familiar Machines & Magic juga menyebutkan bahwa karyawan perusahaan tersebut pernah bekerja sama dengan berbagai lembaga ternama seperti Disney Research, MIT, Amazon, Boston Dynamics, Bose, dan Sonos.

Hewan robot ini memiliki 23 tingkat kebebasan gerak (degrees of freedom) dan dapat menggerakkan kepala, telinga, serta matanya.

Mashable Light Speed

LIHAT JUGA:
OpenAI menambahkan hewan peliharaan AI ke alat coding Codex

Kredit gambar: Familiar Machines & Magic

Berdasarkan laporan The Verge, robot ini tidak bisa menyambar benda atau memanjat tangga—dua keterbatasan besar jika memang pada dasarnya ia dirancang untuk menjadi fungsional. Alih-alih, ia menggunakan AI generatif di perangkat (on-device) untuk mempelajari pemiliknya dan merespons kebutuhan emosional.

Detail yang sangat penting lainnya adalah robot ini tidak berbicara; ia hanya mendengkur dan mengeluarkan suara layaknya peliharaan biasa. Seekor hewan memang adalah perbandingan yang paling tepat, sebab robot ini hampir sama sekali tak mampu melakukan tugas praktis—fungsinya adalah meredakan rasa kesepian.

Sejumlah poin krusial lain mencakup "jaket" atau bulu yang sensitif pada sentuhan, seharusnya nyaman bila dielus, lengkap dengan kamera dan mikro internal yang memungkinkan robot bereaksi terhadap lingkungan, namun kesemuannya tanpa mengirim audio atau video ke mana pun. Tak perlu akses internet agar robot ini bisa beroperasi.

Gagasan menggunakan AI guna menyembunyikan “epidemi kesepian” tentu bukanlah hal baru atau tak bermanfaat sepenuhnya, meskipun terkadang terasa agak distopis.

Tahun lalu, Mashable melaporkan tentang sebuah layanan yang memungkinkan lanjut usia (lansia) berbincang dengan AI via telepon—sekadar sebagai teman bicara. Banyak perusahaan kini berlomba-lomba mengembangkan robot teman bertenaga AI untuk kebutuhan daya dukung lansia, termasuk para startup seperti ElliQ dan Abi.

Humanisasi pada robot dan AI berpotensi membawa dampak berdisiplin, terlebih mengingat risiko AI psikosa. Kendati demikian, beberapa ahli percaya bahwa robot pendamping terkusus malah positif pada lingkungan tertentu.

Ingin saran lebih lengkap soal optimalisasi teknologi yang kita punya? Daftarlah ke Top Stories dan newsletter Deals dari Mashable sekarang.

Topik:
[Kecerdasan Buatan](#ArtficialIc [sic])
[Robotika](#Robottik [sic])

MEMBACA  Mata Apel Berharap Mendapatkan Porsi Lebih Besar dari Pasar Streaming India dengan Kerja Sama Airtel Menurut Reuters

Tinggalkan komentar