Sekilas dari Rapat Internal OpenAI: Altman Tenangkan Karyawan Usai Kontroversi Pentagon
Sejumlah media berhasil mengintip transkrip rapat seluruh karyawan OpenAI yang digelar Selasa lalu. Dalam rapat tersebut, CEO Sam Altman berusaha meredam kegelisahan stafnya, menyusul kontrak perusahaan dengan Pentagon yang penuh waktu.
Altman tampak banyak berusaha merukunkan. The Wall Street Journal melaporkan, ia menyebut situasi ini “menyakitkan” dan tampak menyesal karena dinilai “tidak selaras dengan bidangnya.” Sementara laporan CNBC menyebutkan Altman “mendapat kritik keras” dari sebagian karyawannya.
Namun, poin menarik dalam laporan WSJ mengindikasikan OpenAI justru melanjutkan langkah serupa. Altman disebutkan memberitahu stafnya bahwa perusahaan sedang “mengkaji kontrak untuk diterapkan di seluruh jaringan rahasia Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).”
Perlu dicatat, sekadar memperoleh izin untuk digunakan di jaringan rahasia NATO sendiri sudah merupakan pencapaian yang sangat menguntungkan. Apple dengan bangga mengumumkan persetujuan dari NATO bulan lalu, menyatakan iPhone dan iPad kini dapat digunakan untuk keperluan rahasia NATO—yang disebut sebagai pertama kalinya bagi perangkat konsumen.
Kontrak baru OpenAI dengan Pentagon justru berkebalikan: memberikan izin kepada Departemen Pertahanan AS untuk menggunakan teknologi OpenAI secara bebas, tanpa OpenAI dapat “membuat keputusan operasional,” menurut penafsiran CNBC atas transkrip rapat tersebut. The New York Times mendeskripsikannya sebagai “kesepakatan untuk menyediakan teknologi kecerdasan buatan bagi sistem rahasia Departemen Pertahanan.”
NATO memberi sinyal tahun lalu bahwa anggotanya akan menaikkan anggaran pertahanan secara drastis, memicu apa yang disebut venture capitalist Dave Harden sebagai “demam emas AI.”
Kontrak finansial yang lebih luas antara OpenAI dan Pentagon telah diumumkan sejak Juni tahun lalu, bersamaan dengan peluncuran produk “OpenAI for Government”. Melalui Kantor Kepala Digital dan Kecerdasan Buatan Pentagon (CDAO), OpenAI mendapatkan proyek senilai hingga $200 juta.
Gizmodo telah menghubungi OpenAI untuk konfirmasi dan kejelasan mengenai kontrak yang sedang dibahas dengan NATO. Kami akan memperbarui berita ini jika mendapatkan tanggapan.