Saya punya segela alasan untuk mengabaikan Pokémon Pokopia sebelum mencoba demo-nya bulan lalu. Kini, dengan kesempatan menguji versi lengkapnya, saya justru menghabiskan 20 jam dalam satu akhir pekan untuk permainan yang evocative, engrossing, dan secara mengejutkan mendalam ini—sebuah pembaruan formula Pokémon. Bisa jadi ini adalah sleeper hit yang sangat dibutuhkan Switch 2 di awal tahun 2026.
Pokopia banyak meminjam elemen dari game-game yang biasanya tidak saya sukai. Ia mengambil banyak unsur desain *Animal Crossing*, yang mana saya biasanya tidak tahan dengan kurangnya tujuan yang jelas dan stakes-nya. Inspirasi juga datang dari *Minecraft*, game yang saya tinggalkan lama setelah sadar saya tidak tertarik dengan dunia yang kosong dari makhluk hidup (tanpa perlu memaksakan Jack Black ke dalamnya). Kini, saya menulis ulasan ini dengan rasa rindu yang mendadak. Saya berharap bisa kembali ke Switch 2, membantu kawan-kawan Poké saya menghidupkan kembali lanskap yang rusak oleh manusia. Saya ingin kembali ke tanah yang sedang memulih, menemukan lebih banyak makhluk dan membantu mereka tidak sekadar bertahan, tapi juga berkembang.
Sementara Pokémon Winds dan Pokémon Waves mendapat porsi perhatian terbesar dari penggemar Pokémon selama showcase pekan lalu, Pokopia adalah game yang bisa dinikmati baik oleh penggemar berat maupun yang kritis. Alih-alih berlari-lari menangkap makhluk dari habitat aslinya untuk kemudian diadu hingga pingsan, di sini Anda merancang habitat agar mereka bisa hidup dalam harmoni yang indah dengan alam.
Pokémon Pokopia untuk Nintendo Switch 2
Hanya sedikit game yang mampu menampilkan kelebihan Switch 2 sebaik Pokémon Pokopia.
Revisi menakjubkan dari formula Pokémon
Kontrol mouse Switch 2 mempermudah pembangunan
Musik dan nuansa yang menenangkan
Setiap Pokémon memiliki kepribadian kuat
Kontrol mouse tidak bekerja untuk semua kekuatan
Siklus siang-malam yang terlalu ketat
Sebuah Poké-paradise yang Terbentuk
Pokémon akan saling berinteraksi, kejar-kejaran, dan berbicara tentang betapa hebatnya persahabatan mereka. © Pokémon Company; screenshot oleh Gizmodo
Pemain memulai petualangan di dunia Pokopia yang kering kerontang sebagai Ditto berwajam tembem. Berbeda dengan Ditto lain, yang satu ini entah bagaimana bisa menyamar menjadi manusia. Simulakrum manusia bermata kancing dan mulut menganga itu lalu terbangun di dunia di mana semua manusia dan Pokémon menghilang secara misterius. Kawasannya adalah tanah gersang dengan pepohonan mati dan rumput kering. Reruntuhan peradaban manusia berserakan, memberikan kesan kesepian pasca-apokaliptik. Satu-satunya makhluk yang tersisa adalah Tangrowth, yang tahu cukup banyak tentang manusia sehingga dijuluki “Professor”, meski ia tak tahu cara kerja PC manusia.
Melalui aksi Anda, saat Anda menghidupkan kembali lingkungan yang hancur, Anda pelan-pelan menciptakan ulang habitat di mana Pokémon bisa muncul. Beberapa petak rumput mungkin memunculkan Bulbasaur atau Piplup. Pokémon yang lebih langka memerlukan habitat yang lebih spesifik, seperti tumpukan kotak di sebelah balok kayu, yang mungkin memunculkan Azurill yang lucu dan lincah. Ini adalah Pokémon dalam versi terbalik, dan justru terasa jauh lebih menyenangkan karenanya.
Saya tidak akan bocorkan gerakan apa yang diajarkan Magikarp kepada pemain. Katakanlah itu adalah gerakannya yang paling terkenal. © Pokémon Company; screenshot oleh Gizmodo
Pokopia penuh dengan referensi kecil ke game-game sebelumnya, dari entri Pokédex setiap makhluk hingga cuplikan soundtrack yang mengingatkan pada tema Pokécenter. Yang lebih evocative adalah bagaimana setiap makhluk berbicara dengan suara khas yang Anda ingat dari game-game lama, dan masing-masing memiliki kepribadian yang unik. Misalnya, Magikarp yang saya temukan di pantai dekat markas Team Rocket yang terbengkalai selalu memulai kalimat dengan “yoooo”.
Sepanjang permainan, Anda juga memperoleh berbagai kekuatan untuk mengubah lingkungan sesuai keinginan. Ditto Anda bisa menyalin kemampuan untuk menyirami pohon dan semak yang mati, mengolah tanah, atau memindahkan batu besar. Gerakan terpenting adalah “Rock Smash”, yang memungkinkan pemain menghancurkan balok-balok penyusun dunia.
Beberapa Pokémon akan memberikan sumber daya tambahan, seperti wol dari Mareep. © Pokémon Company; screenshot oleh Gizmodo
Game ini tidak menyembunyikan inspirasinya. Pokémon Pokopia, dikembangkan oleh Koei Tecmo dan diterbitkan The Pokémon Company, mengambil nuansa membangun komunitas dan skala waktu nyata dari *Animal Crossing: New Horizons*. Ia meminjam mekanik menghancurkan dan membangun balok dari *Minecraft* sambil (syukurlah) menghindari semua elemen survival. Semuanya untuk menjadi seorang ekolog Pokémon. Dan begitu Anda menerima alur permainannya, aktivitas menit-demi-menit menjadi meditatif. Ada kebahagiaan halus saat melihat senyum kawan Poké Anda saat menambahkan cahaya, dekorasi, atau mainan ke habitat pilihan mereka.
Satu masalah dari meminjam begitu banyak dari dua game yang berbeda ini adalah para pengembang harus membuat skema kontrol yang memungkinkan Anda menjelajah, bermain dengan Pokémon, dan membangun lingkungan. Game ini hampir berhasil memitigasi masalah terburuknya berkat penggunaan pintar kontrol mouse. Sayangnya, implementasinya belum cukup maksimal.
Kontrol Mouse Patut Diperhatikan
Kontrol mouse membuat merombak lingkungan jauh lebih mudah dibanding tanpanya. © Pokémon Company; screenshot oleh Gizmodo
Siklus hidup Switch 2 telah berjalan lebih dari delapan bulan. Sejauh ini, hanya sedikit pengembang first- dan third-party yang memanfaatkan peningkatan hardware besar Switch 2 dibanding Switch asli. Kedua Joy-Con 2 memiliki sensor optik yang memungkinkan kontrol mirip mouse di menu dan dalam game. Ini berguna dalam game strategi top-down seperti *Civilization VII*. Ini juga adalah salah satu skema kontrol tambahan di port *Cyberpunk 2077* yang excellent.
Di Pokopia, kontrol mouse bekerja untuk dua skenario. Saat menghancurkan balok dengan kekuatan Rock Smash, Anda bisa menggunakan mouse untuk memilih balok dalam area yang luas, bukan hanya yang berada tepat di depan Ditto Anda. Tanpa kontrol mouse, saya kesulitan menghancurkan balok yang berada dua tumpukan di atas kepala karakter. Ini diperlukan di beberapa bagian game, seperti saat saya harus menggali Onix yang terjebak di balik gundukan tanah besar.
© Pokémon Company; screenshot oleh Gizmodo
© Pokémon Company; screenshot oleh Gizmodo
Game biasanya memusatkan pemilihan balok berdasarkan orientasi karakter dan tengah layar. Karena Pokémon Pokopia tidak memiliki reticle, ini bisa menyebabkan situasi di mana Anda merasa menunjuk balok yang tepat, tapi justru menempatkan dekorasi atau tanaman di lokasi yang salah. Kurangnya kontrol yang presisi ini mungkin tidak terlalu mengganggu bagi sebagian pemain. Namun, pemain yang paling kreatif pasti menginginkan kontrol yang lebih halus untuk membangun struktur megah. Dan Anda perlu kontrol mouse untuk melakukannya.
© Raymond Wong / Gizmodo
Bahkan dengan itu, kontrol mouse ini tidak seamless. Diperlukan sekitar setengah detik bagi kursor mouse untuk muncul di layar setelah Anda meletakkan Joy-Con 2 di sofa atau paha. Lalu, kontrol mouse tidak bekerja untuk setiap kekuatan yang Anda dapatkan dalam game. Jika ingin menggunakan gerakan seperti “leafage” untuk menggali rumput atau “rototiller” untuk membajak ladang bagi habitat Pokémon berikutnya, saya harus memosisikan karakter persis di tempat yang tepat. Ini lebih menjengkelkan dari yang seharusnya, mengingat kontrol yang tersedia di Switch 2.
Di sisi lain, judul-judul baru seperti *Resident Evil Requiem* sama sekali menghindari kontrol mouse. Meski game berjalan baik dalam mode handheld dan docked, Anda terbatas pada thumbstick atau kontrol berbasis gyro untuk menembak. Produser game, Masato Kumazawa, mengatakan kepada Press Start bahwa menambahkan kontrol mouse “membingungkan dan memperumit gameplay”. Padahal, kita telah melihat bagaimana kontrol mouse bisa diintegrasikan dengan mulus dalam game first-person, *Metroid Prime 4: Beyond*. Karya Retro Studios ini tidak banyak membutuhkan bidikan mouse di luar misi pembuka. Menurut saya, masih banyak ruang untuk menggunakan fitur paling unik konsol handheld ini.
Game Crafting yang Tepat
Akhirnya, game crafting dengan tujuan yang jelas dan cerita yang layak diikuti. © Pokémon Company; screenshot oleh Gizmodo
Bahkan dengan masalah kontrol, Pokopia adalah game yang tidak boleh dilewatkan pemilik Switch 2. Saya memulai game ini dengan ekspektasi akan kecewa. Malam Sabtu setelah bermain Pokopia, saya menjajal segambreng demo Steam Next Fest bersama teman. Hampir semua game kooperatif yang kami coba memiliki semacam mekanik survival crafting yang ditempelkan pada latar berbeda—bajak laut, pulau mengapung, jalur pendakian gunung yang ideal. Kami berpindah dari satu game ke game lain. Begitu banyak game yang datang dengan mekanika serupa: membuat api, membuat meja kerajinan, membangun tempat berlindung, memukul kepiting hingga dagingnya keluar.
Dan entah bagaimana, Pokopia menjulang di atas semuanya. Game ini memberikan Anda tujuan yang konstan dan jelas. Di satu area, pemain perlu meningkatkan kelembapan lingkungan dengan menyirami tanaman. Di area lain, Anda perlu meningkatkan kecerahan dengan menghubungkan lampu yang tersisa ke sumber energi terbarukan—atau cukup minta Mareep yang ramah untuk menyetrum beberapa tiang lampu. Melalui gameplay loop-nya, Anda pelan-pelan menciptakan lingkungan di mana makhluk-makhluk dunia bisa hidup damai.
Saya tidak akan bocorkan semua Pokémon yang muncul, tapi ada makhluk dari berbagai generasi franchise ini. © Pokémon Company; screenshot oleh Gizmodo
Sepanjang permainan, Anda mengumpulkan jurnal dan guntingan koran yang ditinggalkan manusia yang pernah tinggal di sini. Ada kesan halus bahwa sesuatu telah salah, apakah itu bencana lingkungan atau buatan manusia lain. Ketika saya kembali ke kehidupan nyata, saya dipaksa memahami dunia yang sedang diterjang aktivitas manusia dan pemerintah AS yang telah secara efektif mengakhiri harapan perbaikan lingkungan. Saya tidak terlalu ingin tahu ke mana perginya manusia di Pokémon Pokopia. Saya lebih memilih untuk meringkuk di antara rumput dan bunga bersama kawan-kawan Pokémon sambil berusaha membersihkan kekacauan yang ditinggalkan oleh para penjaga dunia yang seharusnya.
Pokémon Pokopia rilis 5 Maret di Switch 2 dengan harga $70.