Senin, 2 Maret 2026 – 22:46 WIB
Jakarta, VIVA – Industri aset kripto dan properti sekarang makin terhubung karena penggunaan teknologi blockchain, salah satu contohnya melalui tokenisasi aset properti.
Bitcoin Mendadak Terjun, Likuiditas Aset Kripto Lenyap Ratusan Juta Dolar Dalam 2 Jam
Menurut Pintu Academy, tokenisasi properti adalah proses dimana nilai properti fisik diubah menjadi token digital yang bisa dibeli, dijual, dan diperdagangkan di platform blockchain.
Setiap token mewakili kepemilikan sebagian dari properti itu, sehingga investor bisa ikut serta di pasar properti dengan cara yang lebih fleksibel.
Tokenisasi Aset Jadi Tren: Terbaru Ada Chevron, Mastercard dan Pepsi
Berdasarkan data dari Deloitte Center for Financial Services, pasar tokenisasi properti diperkirakan bakal tumbuh dari sekitar US$300 miliar di tahun 2024 menjadi US$4 triliun di tahun 2035. Perkiraan ini menunjukkan besarnya potensi gabungan antara sektor properti dan teknologi blockchain di masa depan.
Oleh karena itu, platform investasi aset kripto Pintu bekerja sama dengan Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI). Senior Vice President Strategy and Business Pintu Andy Putra mengapresiasi rekan-rekan ARKI yang telah membuka peluang kolaborasi dan diskusi tentang perkembangan industri rumah kos dan aset kripto.
Kesalahan 35 Menit yang Mengguncang Dunia Aset Kripto
Dia melihat para anggota ARKI sangat terbuka dan bersemangat belajar tentang cara kerja investasi aset kripto, termasuk memahami manfaat dan resikonya. “Kami harap kerja sama ini bisa memberi nilai tambah dan pemahaman yang komprehensif tentang industri aset digital,” katanya, Senin, 2 Maret 2026.
Andy juga memberikan edukasi mengenai dasar-dasar investasi aset kripto, manajemen risiko, serta pentingnya melakukan riset sebelum berinvestasi. Edukasi ini bertujuan agar para pengusaha kos-kosan bisa mengelola penghasilan usaha mereka dengan cara yang lebih terdiversifikasi dan terukur.
“Ke depannya, kami harap Pintu dan ARKI bisa terus menjadi mitra strategis. Kami yakin kolaborasi antar industri seperti ini dapat memperluas literasi keuangan digital dan membuka kesempatan diversifikasi aset untuk para pengusaha kos-kosan di Indonesia,” ujar Andy.
Sementara itu, Ketua ARKI Florencia Irena Lipin mengatakan kehadiran Pintu adalah langkah yang sangat positif dan inovatif. Dia berpendapat Pintu membantu memberikan pandangan baru bagi para pemilik kost bahwa keuntungan dari hasil sewa bisa dikelola lebih produktif lewat aset digital.
“Selain itu, antarmuka aplikasi Pintu yang mudah digunakan sangat membantu para pengusaha kos-kosan yang baru kenal aset kripto, yang kebanyakan berasal dari Gen X. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis properti tradisional seperti rumah kost tetap bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi keuangan,” jelasnya.
Minat Baca Gen Z Lebih Tinggi dari Milenial dan Gen X
Berdasarkan data survey terbaru dari Jakpat menunjukkan Gen Z memiliki minat baca yang lebih tinggi dibanding Generasi X dan Milenial. Simak pemaparannya
VIVA.co.id
2 Maret 2026