Senin, 2 Maret 2026 – 20:51 WIB
Teheran, VIVA – Israel dan Amerika Serikat telah menyerang lebih dari 2.000 target di seluruh Iran sejak meluncurkan serangan militer gabungan pada Sabtu dini hari, lapor The Wall Street Journal dengan mengutip dua sumber yang mengetahui operasi tersebut.
Kantor Benjamin Netanyahu Dihantam Rudal Iran
Menurut laporan itu, serangan dimulai pada Sabtu pagi dan melibatkan operasi udara berskala besar.
Militer Israeil menyatakan telah menembakkan ribuan amunisi dan melaksanakan lebih dari 700 sorti di wilayah Iran sejak awal penyerbuan.
Airlangga sebut Ekskalasi Perang di Iran Bakal Dongkrak Harga BBM di RI
Target yang dilaporkan mencakup tokoh militer dan politik senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta para komandan Korps Garda Revolusi Islam, selain sistem pertahanan udara, rudal balistik dan peluncurnya, fasilitas intelijen, serta pusat komando. Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa pasukan Israel dan Amerika Serikat bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menyusun daftar target yang komprehensif, dengan menghabiskan ribuan jam untuk mengumpulkan intelijen dan mempersiapkan operasi.
555 Orang di Iran Dilaporkan Tewas Usai Serangan Gabungan AS-Israel
Serangan gabungan yang diluncurkan pada Sabtu itu dilaporkan menewaskan sejumlah pemimpin puncak Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran merespons dengan melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset Amerika Serikat, serta sejumlah negara di kawasan Teluk. Eskalasi ini menyusul serangan serupa Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Juni tahun lalu, yang memicu perang selama 12 hari sebelum gencatan senjata diumumkan. (Ant)
Badan Pengawas Nuklir PBB Sebut Tak Ada Kenaikan Radiasi di Negara Tetangga Iran
Badan Pengawas Nuklir PBB menyampaikan kepada Dewan Gubernur bahwa tingkat radiasi di negara-negara tetangga Iran masih berada dalam batas normal. Namun tetap waspada.
VIVA.co.id
2 Maret 2026