Bandara Bali Batalkan 15 Penerbangan Terkait Konflik Timur Tengah

Denpasar, Bali (ANTARA) – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah membatalkan 15 penerbangan internasional sejak 28 Februari lalu. Pembatalan ini terjadi karena penutupan ruang udara terkait ketegangan AS-Israel dan Iran yang semakin meningkat, yang mengganggu rute yang menghubungkan pulau wisata ini dengan pusat-pusat penting di Timur Tengah.

“Hingga Senin sore, total 15 penerbangan internasional telah dibatalkan,” ujar Gede Eka Sandi Asmadi, Kepala Komunikasi dan Urusan Hukum bandara, dalam sebuah pernyataan.

Pembatalan tersebut terdiri dari delapan keberangkatan dan tujuh kedatangan dalam dua hari terakhir. Hal ini menekankan bagaimana risiko geopolitik berdampak pada koridor perjalanan Asia-Pasifik yang bergantung pada titik transit di Teluk.

Keberangkatan yang dibatalkan pada 28 Feb mencakup penerbangan Etihad Airways EY477 dari Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH), Emirates EK369 dari Denpasar ke Dubai (DXB), dan Qatar Airways QR963 dari Denpasar ke Doha (DOH).

Pembatalan lebih lanjut meliputi penerbangan Emirates EK399 dari Denpasar ke Dubai dan Qatar Airways QR961 dari Denpasar ke Doha, yang rencananya terbang pada 1 Maret.

Keberangkatan tambahan yang dibatalkan adalah Emirates EK369 pada rute Denpasar–Dubai pada Minggu, Etihad EY477 dari Denpasar ke Abu Dhabi pada Minggu, dan Emirates EK399 yang dijadwalkan dini hari Senin.

Data bandara menunjukkan gangguan juga mempengaruhi layanan kedatangan karena beberapa negara di Timur Tengah menutup sebagian ruang udaranya.

Pembatalan kedatangan termasuk penerbangan Etihad EY476 dari Abu Dhabi ke Denpasar, Emirates EK368 dari Dubai ke Denpasar, Emirates EK398 dari Dubai ke Denpasar, dan Qatar Airways QR960 dari Doha ke Denpasar, yang seharusnya tiba pada Minggu.

Pada Senin, lebih banyak lagi kedatangan yang dibatalkan, termasuk Qatar Airways QR961 dari Doha dan Emirates EK368 serta EK398 dari Dubai.

MEMBACA  PKS Mengajak PKB untuk Mendukung Kolaborasi Anies-Sohibul Iman

Manajemen mengatakan akan terus memantau kondisi ruang udara Timur Tengah sambil berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas untuk mengurangi dampak operasional.

“Kami berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak dan dengan personel keamanan untuk mengantisipasi kondisi di bandara,” kata Asmadi.

Penumpang telah ditangani sesuai kebijakan masing-masing maskapai, menurut bandara.

Sebuah meja bantuan beroperasi di lantai dua Terminal Keberangkatan Internasional, dan para pelancong dapat memperoleh pembaruan informasi melalui pusat kontak 172.

Bandara juga telah menyediakan tempat parkir pesawat untuk lima pesawat dari tiga maskapai yang terdampak guna mengelola pesawat yang tidak dapat terbang.

Berita terkait:
Bali immigration urges foreigners to monitor visas amid Mideast crisis
Soekarno-Hatta Airport adjusts 39 Middle East flights schedules

Penerjemah: Ni Putu Putri, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar