Panduan Pemimpin Besar Revolusi untuk Pemuda Iran yang Rindu Syahid

Senin, 2 Maret 2026 – 00:05 WIB

Iran, VIVA – Kepergian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, membawa duka yang mendalam bagi rakyat Iran. Ayatollah Ali dilaporkan tewas akibat serangan gabungan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.


Ali Khamenei Tewas Usai Diserang Israel-AS, Presiden Iran Akan Balas Dendam

Menyusul wafatnya pemimpin tertinggi Iran, publik kembali mengenang sosoknya. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah saat mendiang Ayatollah bertemu dengan seorang anak laki-laki.

Dalam video yang viral di media sosial, seperti diunggah di akun Instagram @GazaUpdates, Ayatollah didekati oleh seorang anak laki-laki di suatu acara. Saat itu, anak yang memakai kemeja biru tiba-tiba minta didoakan oleh Ayatollah agar bisa meninggal sebagai syahid.


Bunuh Khamenei, Iran Tuduh AS-Israel Lakukan Aksi Terorisme dan Pembunuhan Berencana

“Doakan aku jadi syahid,” kata anak laki-laki itu, dikutip Senin, 2 Maret 2026.

Mendengar permintaan anak itu, Ayatollah sempat tersenyum. Ia lalu memberi nasihat yang bijak. Ia berpesan agar anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang baik, menuntut ilmu dengan serius, lalu mengamalkan ilmunya untuk orang-orang di sekitarnya.


Mengenal Sosok Ali Khamenei: Mati Syahid Diserang Israel-AS, Suka Hidup Sederhana dan Ajarkan Nilai Agama ke Keluarga

Ia juga mendoakan agar sang anak diberi umur panjang dan kelak menjadi cahaya penerang bagi umat di Iran.

“Kamu ingin syahid? Nak, tumbuhlah dulu dengan baik. Insya Allah kamu menjadi besar, tubuhmu kuat, dan hatimu lapang. Belajarlah sungguh-sungguh, carilah ilmu yang bermanfaat, dan Insya Allah jadilah cahaya bagi umat ini. Hiduplah sampai 80 atau 90 tahun, lalu setelah itu wafatlah sebagai syahid,” begitu nasihat Ayatollah.

MEMBACA  Peru Mendorong Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Perempuan di Wilayah APEC

Kabar Kematian Ayatollah

Diberitakan sebelumnya, Minggu pagi 1 Maret 2026, televisi pemerintah Iran mengkonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia. Sebelumnya pada Sabtu malam, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan sejumlah pejabat senior Israel menyatakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan ke Teheran pada Sabtu dini hari 28 Februari. Pernyataan itu disampaikan melalui saluran resmi dan media sosial Truth milik Trump.

Menyusul wafatnya Ayatollah, pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Sementara itu, seorang pejabat Iran pada Minggu mengumumkan bahwa sebuah dewan kepemimpinan akan mengambil alih tugas-tugasnya hingga pengganti resmi ditetapkan.

Halaman Selanjutnya

“Berdasarkan konstitusi, akan dibentuk dewan kepemimpinan untuk menjalankan tanggung jawab Pemimpin Tertinggi sampai seorang pengganti terpilih,” ujar Sekretaris Supreme National Security Council, Ali Larijani, dalam sebuah pernyataan dikutip dari laman CBS News, Minggu 1 Maret 2026.

Tinggalkan komentar