Para hadirin yang terhormat, kita berkumpul disini untuk membahas perangkat streaming musik terbaru dari Spotify dan Liquid Death. The Eternal Playlist Urn, sebuah guci kremasi yang dapat memutar musik (iya, sungguhan), dirancang agar Anda dapat menikmati musik favorit jauh setelah meninggalkan dunia fana ini.
“Dengan Eternal Playlist Urn, kini almarhum dapat mendengarkan lagu favorit mereka untuk selamanya,” demikian pernyataan Liquid Death. “Tingkatkan pengalaman pascahidup dengan revolusi terbaru dalam keadaan meninggal ini.”
Guci ini dilengkapi speaker Bluetooth nirkabel yang tertanam di tutupnya dan dapat diisi ulang dengan kabel USB-C. Liquid Death menyatakan hanya akan tersedia 150 unit untuk dijual, dengan harga $495 per unit.
Jawablah pertanyaan seperti, “Bagaimana vibes keabadianmu?” atau, “Suara hantu andalanmu apa?” untuk menciptakan Eternal Playlist Generator-mu.
The Eternal Playlist Urn merupakan kreasi terbaru dari perusahaan minuman yang gemar mendobrak batas dengan tema-tema morbid. Rangkaian minuman mereka termasuk rasa seperti Berry It Alive, Convicted Melon, dan Severed Lime.
Harus diakui, guci kremasi adalah tempat yang aneh untuk musik, dan itulah mungkin leluconnya. Meski sebagian orang mengubur guci berisi abu kerabat, lainnya menaruh abu Kakek di rak atau perapian—setidaknya dengan cara itu, Anda bisa mendengar lagunya.
Buat daftar putar kehidupan setelah matimu
Anda mungkin tak ingin membeli guci kremasi bermusik, tapi Spotify punya gimik lain. Mereka akan membantu membuat daftar putar yang menurutnya ingin Anda dengar setelah mati. Kunjungi Eternal Playlist Generator di aplikasi seluler Spotify, lalu pilih Let’s Go di tombol bagian bawah. Generator akan membuat daftar putar abadimu setelah kamu menjawab beberapa pertanyaan.
Pertanyaan pertama adalah, “Bagaimana vibes keabadianmu?” Saya memilih *Very, very chill*. Lalu, “Isi titik-titik: Rest in —–.” Saya pilih *Bass*. “Musik apa yang akan kamu putar saat bersiap menjadi hantu?” *Pump up tracks*. Terakhir, “Suara hantu andalanmu apa?” Saya pilih *Bwaah Mwahahaha*.
Spotify kemudian memberi saya daftar putar abadi, yang termasuk *Tears* oleh Sabrina Carpenter, *Attention* oleh Charlie Puth, dan *That’s What I Like* oleh Bruno Mars, di antara lagu lainnya. Ini bukan daftar lagu bertema kematian, meski tentu ada banyak lagu seperti *Seasons in the Sun*, *Don’t Fear the Reaper*, dan *Tears in Heaven* yang bisa jadi tema tersebut. Rupanya, ini dimaksudkan sebagai daftar lagu yang tak akan keberatan didengar berulang-ulang oleh abu jenazahmu.
Saya siap untuk guci itu! Kapan pun waktunya tiba.