Jakarta (ANTARA) – Ahmad Khoirul Umam, pakar hubungan internasional dari Universitas Paramadina, menyatakan bahwa serangan AS-Israel ke Iran menantang kredibilitas Dewan Perdamaian dan memperlihatkan kontradiksi antara retorika stabilitas dengan tindakan militer nyata.
“Serangan terhadap Iran memperlebar jarak antara klaim stabilitas kawasan dan praktik militer sebenarnya, sekaligus menguji kredibilitas narasi perdamaian yang diusung melalui Dewan Perdamaian,” kata Ahmad di Jakarta, Minggu.
Dia menambahkan, serangan itu mendorong negara-negara mayoritas Muslim yang relatif independen, seperti Turkiye dan Indonesia, untuk mempertimbangkan kembali keterlibatan mereka dengan Dewan Perdamaian.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia dan delapan negara Muslim lainnya dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza mendukung solusi dua negara sebagai jalan perdamaian yang berkelanjutan bagi warga Gaza.
“Bagi kami, satu-satunya solusi nyata dan langgeng, seperti ditekankan dalam pernyataan delapan negara yang diundang, adalah solusi dua negara,” ujar Prabowo usai KTT Dewan Perdamaian di Washington, D.C., pada 19 Februari 2026.
Ahmad menekankan bahwa kekuatan global harus mendorong de-eskalasi di tengah konflik AS-Israel-Iran untuk mencegah ketidakstabilan yang lebih luas.
Dia mencatat bahwa upaya AS-Israel untuk menetralisir Iran melampaui satu negara, mencerminkan proyek yang lebih luas untuk membentuk ulang keseimbangan kekuatan di Timur Tenga.
Ahmad memperingatkan bahwa normalisasi eskalasi di Timur Tengah dapat membuat aksi AS dan Israel semakin berani, berpotensi menyasar wilayah lain di dunia.
“Wilayah termasuk Greenland, Kanada, Eropa, atau Amerika Latin bisa menjadi target berikutnya,” katanya.
Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026, di tengah ketegangan kawasan yang meningkat.
Secara terpisah, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.
Salah satu serangan AS-Israel melibatkan tujuh roket yang ditembakkan ke Teheran, dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan rudal ke Israel dan target lainnya di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap bepergian ke Iran untuk memfasilitasi dialog yang bertujuan memulihkan stabilitas dan keamanan.
Penerjemah: Rio F, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026