Ulasan Recteq Flagship 1600: Peningkatan pada Smoker Terbaik

Kecintaan saya pada daging asap memang sudah jelas, namun perjalanan saya sendiri dalam mengurus api sebenarnya baru dimulai musim semi lalu. Saat itu saya menyambar kesempatan untuk mengulas Traeger Woodridge Pro. Ketika Recteq menghubungi dengan tawaran serupa untuk mencoba Flagship 1600, saya pikir ini akan jadi cara yang bagus untuk tetap hangat sepanjang musim dingin.

Meski kedua alat pengasap ini punya banyak kesamaan, Recteq jelas terasa sebagai peningkatan dari Traeger yang biasa saya pakai. Bukan cuma ruang masaknya hampir dua kali lebih luas, tapi juga hopper pelet yang besar, badan barrel yang membulat, dan cerobong asap yang sesungguhnya membuat saya merasa seperti pitmaster sejati.

Komprominya adalah kehilangan beberapa fitur kemudahan penggunaan yang membuat Woodridge Pro menjadi alat pengasap pertama yang bagus. Proses penyiapannya tidak begitu sederhana, dan ukurannya yang lebih besar serta kondisi ergonomis yang kurang memadai membutuhkan sedikit lebih banyak pengalaman atau kesabaran. Dengan kedua opsi itu, daging asap yang lezat hanya berjarak beberapa tekan tombol, namun sebagai seseorang yang memiliki keduanya di halaman belakang, saya lebih sering menyalakan Recteq.

Proses Penyetelan Awal

Foto: Brad Bourque

Menyiapkan Recteq tidak terlalu menyita waktu dibanding Woodridge, tapi lebih sulit dikerjakan sendirian. Beberapa langkah, seperti memasang ‘tanduk banteng’ ke tutupnya, atau membalik barrel ke atas standnya, akan sangat terbantu dengan kehadiran teman atau pasangan yang sabar. Seperti kebanyakan alat pengasap, Anda perlu menjalankan siklus pembakaran awal pada suhu 400 derajat Fahrenheit untuk memastikan tidak ada sisa dari proses manufaktur atau pengiriman. Mengingat waktu penyiapan yang diperlukan dan perlunya mendinginkan alat setelahnya, saya sarankan untuk menyiapkannya pada Jumat sore jika Anda berencana mengasap pada hari Sabtu.

MEMBACA  Acara terbaik di Max pada tahun 2023

Tinggalkan komentar