Serangan AS-Israel ke Iran Berpotensi Dorong Harga Minyak Melampaui US$100: Pakar

Jakarta (ANTARA) – Mohammad Faisal, direktur eksekutif CORE Indonesia, menyatakan serangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu yang memicu ledakan besar, bisa memicu kenaikan tajam harga minyak global.

Dalam percakapan dengan ANTARA di Jakarta pada Minggu, Faisal mengatakan harga minyak saat ini berkisar di US$70 per barel. Konflik yang berlanjut bisa mendorong harga hingga US$80 per barel.

“Jika pasokan minyak melalui Selat Hormuz terganggu, harganya bisa tembus US$100 per barel,” ujarnya, menambahkan bahwa selat itu mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak global.

Gangguan di kawasan itu dapat meningkatkan harga minyak mentah secara signifikan. “Harga US$100 per barel akan masuk ke zona tinggi dan catatan rekor,” kata Faisal, mencatat kenaikan terakhir terjadi di awal perang Rusia-Ukraina.

Dia memperingatkan bahwa konflik Iran-Israel bisa meluas secara regional dengan keterlibatan AS. Dukungan dari Tiongkok dan negara-negara lain yang membela Iran dapat memperpanjang krisis.

“Ada kemungkinan perang ini berlangsung lebih lama dari perkiraan,” ujar Faisal, menekankan potensi ketidakstabilan pasar yang berkepanjangan.

Dia menambahkan bahwa kenaikan harga minyak global akan langsung mempengaruhi biaya bahan bakar dalam negeri. Bahan bakar non-subsidi kemungkinan akan naik seiring dengan pasar internasional.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak potensial pada bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, yang banyak digunakan masyarakat Indonesia berpenghasilan menengah ke bawah.

“Kenaikan harga bisa mendorong inflasi dan mengurangi daya beli secara keseluruhan,” kata Faisal.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke target Iran pada hari Sabtu, termasuk Tehran, yang menyebabkan kerusakan signifikan dan korban jiwa di kalangan sipil.

Sebagai balasannya, Iran menembakkan misil ke Israel dan fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah.

MEMBACA  Pariwisata Borobudur Menyapa Pasar Eropa Melalui Balkondes Karangrejo

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel tersebut.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pada Sabtu peluncuran “serangan paling brutal dalam sejarah militer Iran” setelah konfirmasi kematian Khamenei.

Berita terkait: Ahli mengatakan serangan AS-Israel merusak kredibilitas Dewan Perdamaian

Berita terkait: Indonesia mendorong warga di Iran untuk tetap waspada di tengah serangan AS-Israel

Penerjemah: Shofi A, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar