Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza Secara Bertahap, Menurut Kementerian Luar Negeri

Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan mengirimkan ribuan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza secara bertahap sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Detail operasional akhir masih disiapkan, kata Kementerian Luar Negeri pada Jumat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pengiriman bertahap personel Indonesia ke ISF adalah praktik standar, karena pergerakan pasukan besar seperti itu tidak dapat dilakukan sekaligus.

“Pengiriman akan dilakukan bertahap, dan detail teknis masih sedang diselesaikan,” kata Mewengkang kepada wartawan setelah briefing media di Jakarta. Ia menambahkan bahwa koordinasi sedang berlangsung dengan TNI dan Kementerian Pertahanan.

Dia mengatakan perencanaan termasuk mendefinisikan batas-batas operasional, dan menekankan bahwa pasukan Indonesia hanya akan menjalankan misi kemanusiaan non-tempur dan tidak akan terlibat dalam tugas-tugas demiliterisasi.

Mewengkang menyebutkan kementeriannya bekerja sama erat dengan Kementerian Pertahanan untuk logistik, pengaturan komando, serta penunjukan wakil komandan untuk ISF, yang masih dalam pembahasan.

Pada pertemuan puncak Dewan Perdamaian di Washington tanggal 19 Februari, Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia siap mengirim setidaknya 8.000 personel untuk mendukung upaya perdamaian di Gaza.

Secara terpisah, Asharq Al-Awsat melaporkan kontingen pertama ISF bisa tiba di Gaza awal April, mengutip mediator AS Bishara Bahbah. Dia mengatakan pasukan Indonesia akan ditempatkan di Gaza selatan, sementara unit lain akan menutupi area-area lain.

Berita terkait: Jordan king praises President Prabowo on Palestine stance

Berita terkait: Indonesia secures Jordan’s support for Gaza peace mission deployment

Berita terkait: Prabowo assures King Abdullah of support for Palestinian peace

Penerjemah: Nabil Ihsan, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Momentum Pemecatan Shin Tae Yong Tak Tepat, Beban bagi PSSI

Tinggalkan komentar