Pecinta Kecantikan Kini Lebih Selektif, Apa yang Berubah?

Jumat, 27 Februari 2026 – 21:17 WIB

Jakarta, VIVA – Industri kecantikan Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir mengalami perubahan yang besar. Dulu, konsumen mudah tertarik dengan label “viral” atau tren dari luar negeri. Sekarang, para pecinta kecantikan justru lebih kritis dan selektif sebelum membeli suatu produk.

Perubahan ini terlihat di berbagai acara dan pameran kecantikan awal tahun ini di The Laguna Atrium, Central Park Mall, pada 25 Februari–1 Maret 2026. Acara ini bukan cuma tempat belanja, tapi juga menunjukkan perubahan perilaku konsumen: mereka lebih banyak bertanya tentang kandungan, keamanan, dan sertifikasi produk sebelum memutuskan beli. Yuk, scroll untuk info lengkapnya!

Sekarang, label BPOM bukan lagi cuma formalitas, tapi pertimbangan utama. Konsumen juga makin paham soal bahan-bahan seperti niacinamide, retinol, dan ceramide—dan tahu mana yang cocok untuk jenis kulit mereka. Edukasi dari media sosial, ulasan dokter kulit, dan komunitas kecantikan membuat proses belanja menjadi lebih masuk akal.

Dalam perubahan ini, Sociolla yang merayakan ulang tahun ke-11 juga menekankan pentingnya memilih produk yang aman dan relevan. Lebih dari 50 merek lokal dan internasional hadir dalam perayaan itu—bukan sekadar ikut tren, tapi menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang makin sadar akan kualitas dan sertifikasi.

Tidak hanya soal produk, pengalaman juga jadi faktor penting. Generasi muda menginginkan belanja yang terintegrasi secara digital, praktis, tapi tetap memberi ruang untuk mencoba hal baru. Interaksi langsung dengan komunitas, diskusi tren, sampai kegiatan kreatif menjadi bagian dari gaya hidup kecantikan masa kini.

Yang menarik, perubahan ini terjadi seiring dengan meningkatnya kesadaran bahwa merawat diri bukan lagi hanya untuk penampilan, tapi bagian dari perawatan diri sendiri. Terutama di saat seperti Ramadhan, rutinitas skincare atau perawatan tubuh sering dimaknai sebagai waktu untuk refleksi dan merawat diri secara menyeluruh.

MEMBACA  Arne Slot di Ambang Kejatuhan

Dari tren yang instan menuju keputusan yang lebih terinformasi, para pecinta kecantikan di Indonesia sekarang menunjukkan kedewasaan baru. Pertanyaannya bukan lagi “produk apa yang sedang viral?”, tapi “apa yang benar-benar dibutuhkan kulit saya?”

Tinggalkan komentar