Jumat, 27 Februari 2026 – 12:40 WIB
VIVA – Pakistan melakukan pembombardiran terhadap ibu kota Afghanistan, Kabul, dan dua provinsi lainnya pada Jumat, 27 Februari 2026. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah insiden lintas batas, yang menjadi eskalasi kekerasan terbaru antar kedua negara tetangga yang bermasalah ini. Keduanya sebenarnya telah menandatangani gencatan senjata yang dimediasi Qatar di tahun 2025.
Ledakan Bom Guncang Moskow, Tewaskan Seorang Polisi dan Pelaku
Setelah berbulan-bulan terjadi bentrokan saling balas, pasukan Afghanistan menyerang posisi perbatasan Pakistan pada Kamis malam. Taliban menyebut serangan ini sebagai bentuk pembalasan atas serangan udara Pakistan yang mematikan sebelumnya.
Beberapa jam kemudian, setidaknya tiga ledakan terdengar di Kabul pada Jumat pagi. Namun, belum ada info langsung mengenai lokasi pastti serangan di ibu kota tersebut atau mengenai kemungkinan korban jiwa.
Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Pakistan di Afghanistan, Taliban Ancam Balas
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan pada Jumat bahwa militer negaranya mampu “menghancurkan” agresor, menyusul serangan udara ke Afghanistan. “Pasukan kami punya kemampuan penuh untuk menggagalkan ambisi agresif apapun,” kata Sharif melalui halaman X pemerintah Pakistan. “Seluruh bangsa berdiri bahu-membahu dengan angkatan bersenjata Pakistan,” tambahnya.
Bos Kartel Narkoba Paling Kejam di Meksiko ‘El Mencho’ Tewas Usai Disergap Aparat
Hubungan kedua negara tetangga ini semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar pintu perbatasan darat telah ditutup sejak pertempuran mematikan bulan Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi.
Islamabad menuduh Afghanistan gagal bertindak melawan kelompok militan yang diduga melakukan serangan di Pakistan. Tudingan ini dibantah oleh pemerintahan Taliban.
Sekjen PBB, António Guterres, mendesak kedua belah pihak untuk melindungi warga sipil sesuai hukum internasional dan “terus berupaya menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi,” ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Mengenai serangan udara Jumat itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi menyebut serangan terhadap Afghanistan sebagai “tanggapan yang proporsional”. “Angkatan bersenjata Pakistan telah memberikan tanggapan yang tepat terhadap agresi terbuka Taliban Afghanistan,” kata Naqvi.
Sementara itu, Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan Pakistan juga melancarkan serangan udara di Kandahar (selatan) dan di provinsi tenggara Paktika.
Afghanistan menyatakan militernya melancarkan serangan balasan ke Pakistan pada Kamis malam, menanggapi serangan udara Pakistan yang mematikan di daerah perbatasan pada hari Minggu. Mereka juga mengklaim telah merebut lebih dari selusin pos militer Pakistan.
Halaman Selanjutnya
Upaya untuk mencapai kesepakatan yang langgeng antara kedua negara terus gagal. Negosiasi dan gencatan senjata awal yang dimediasi Qatar dan Turki pada bulan Oktober pun terlihat semakin goyah.