Rumah Pintar Anda Mungkin dalam Bahaya: 6 Langkah Ahli Melindungi Perangkat dari Serangan

Oleh: Kerry Wan/ZDNET

Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber andalan di Google.


Poin Penting ZDNET:

  • Pengguna dapat mengambil langkah untuk mengurangi risiko serangan pada rumah pintar.
  • Kata sandi kuat, MFA, dan konfigurasi aman meningkatkan keamanan perangkat.
  • Riset merek perangkat pintar sebelum membeli.

    Sebagai pengguna rumah pintar, saya selalu terdiam setiap ada berita data breach besar, terutama yang melibatkan perangkat yang saya miliki atau rekomendasikan, seperti kamera keamanan. Laporan terbaru mempertegas pertanyaan: Seberapa mudah perangkat rumah pintar Anda diretas?

    Baca juga: Smart plug Anda kurang dimanfaatkan: 7 cara saya memprogramnya di rumah pintar

    Kebanyakan kita memiliki beberapa perangkat Internet of Things (IoT) di rumah, baik itu ponsel, tablet, maupun sekumpulan kamera dan sensor keamanan. Saat mengetahui bahwa 120.000 kamera keamanan rumah diretas di Korea Selatan untuk rekaman eksploitasi seksual, hal itu membuat kita berpikir ulang untuk menambah perangkat semacam itu di rumah, yang sejatinya merupakan ruang privasi paling sakral.

    Mungkinkah Seseorang Meretas Rumah Pintar Saya?

    Semua rumah pintar berisiko diretas, tetapi kemungkinannya tidak besar. Pelaku jahat yang menargetkan rumah dan perangkat pintar, seperti kamera keamanan, bersifat oportunis. Mereka mencari target mudah secara acak — bukan memilih rumah tertentu untuk diserang lalu mencoba menerobos sistemnya.

    Cara terbaik mencegah serangan pada perangkat rumah pintar Anda adalah dengan tidak menjadi target yang mudah. Sayangnya, banyak peretasan rumah pintar yang diberitakan terjadi karena pengguna gagal mengikuti langkah keamanan penting yang sebenarnya dapat melindungi mereka.

    Bagaimana Cara Melindungi Rumah Pintar dari Peretas?

    Penggunaan kata sandi lemah, kegagalan memperbarui firmware, atau jaringan Wi-Fi yang terbuka membuat Anda berisiko terhadap serangan ini, sekalipun risikonya masih rendah. Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan:

    1. Lindungi Kata Sandi Anda
    Anda mungkin pernah membaca berita tentang peretas yang dapat mengakses baby monitor dan berbicara melalui audionya — ini biasanya terjadi ketika kata sandi bawaan pabrik tidak pernah diubah. Demikian juga, kata sandi lemah mudah ditebak. Jika Anda menggunakan ulang kata sandi yang pernah bocor dalam data breach, Anda juga berisiko.

    Baca juga: Sistem otomasi rumah terbaik 2026: Saya reviewer rumah pintar dan inilah rekomendasinya

    Oleh karena itu, gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun dan/atau perangkat. Buat perangkat Anda sangat aman sehingga tidak worth it bagi penyerang.

    2. Aktifkan Autentikasi Dua-Faktor atau Multi-Faktor
    Mengaktifkan autentikasi multi-faktor juga melindungi kata sandi Anda. Sekalipun kata sandi Anda dicuri, pelaku tetap memerlukan lapisan persetujuan kedua dari Anda. Banyak merek perangkat dan akun rumah pintar menawarkan fitur ini, termasuk Amazon, Google, dan Philips Hue.

    Baca juga: Mengapa autentikasi multi-faktor mutlak diperlukan

    Autentikasi dua faktor terkadang sedikit merepotkan karena membutuhkan langkah ekstra untuk masuk, namun usaha ini sepadan untuk mencegah akses tak sah.

    3. Amankan Jaringan Wi-Fi Anda
    Mengamankan Wi-Fi terdengar dasar, tetapi sering terabaikan. Gunakan protokol WPA2 atau WPA3 dan selalu ubah kata sandi bawaan pada router Anda — jika tidak, jaringan nirkabel Anda tetap terbuka.

    Baca juga: 14+ perintah Alexa yang powerful yang harus diketahui pengguna di rumah (tanpa langganan)

    Hindari membagikan kata sandi Wi-Fi secara luas. Pertimbangkan untuk membuat jaringan tamu bagi pengunjung dan jaringan terpisah untuk perangkat rumah pintar. Saya sendiri menggunakan jaringan terpisah untuk perangkat IoT, sementara jaringan utama digunakan untuk laptop, tablet, dan komputer pribadi.

    4. Selalu Perbarui Firmware Perangkat
    Aktifkan pembaruan otomatis pada setiap perangkat agar selalu mendapat pembaruan software terbaru. Produsen sering menemukan kerentanan dan mengirim pembaruan over-the-air untuk menambalnya.

    5. Nonaktifkan Fitur yang Tidak Perlu
    Langkah selanjutnya adalah menonaktifkan fitur yang tidak Anda gunakan atau butuhkn, terutama jika fitur tersebut membuka kerentanan. Jika Anda tidak memerlukan akses jarak jauh dan fitur ini dapat dimatikan, lakukanlah.

    Anda hanya akan mengakses perangkat secara lokal ketika berada di dekatnya, tetapi ini juga melindunginya dari pelaku jahat, terlebih jika perangkat memiliki kamera.

    Baca juga: Bagaimana saya menyelesaikan setup rumah pintar ultimate dengan tablet hub ini (dan mengapa itu berhasil)

    Disarankan juga untuk mematikan Universal Plug and Play di router dan menolak integrasi tidak perlu pada perangkat Anda yang tidak esensial.

    6. Riset Merek yang Akan Dibeli
    Selalu riset merek dan praktik terbaiknya sebelum membeli. Benar, saya bisa menyarankan untuk hanya membeli merek tepercaya, tetapi banyak merek besar dan tepercaya justru menjadi target serangan dan paparan yang sangat dasar, seperti Wyze, Eufy, dan Google.

    Jangan bergantung pada anggapan bahwa suatu merek pasti andal hanya karena populer. Telitilah langkah keamanan merek tersebut dalam melindungi data pengguna. Jika suatu merek mengiklankan fitur seperti penyimpanan lokal murni, dan ini penting bagi Anda, verifikasi klaim ini melalui ulasan, pengalaman pengguna di situs seperti Reddit, dan pengalaman nyata.

MEMBACA  Indeks Dow, S&P 500, dan Nasdaq Goyah Setelah Data Inflasi PPI Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan

https://revistaeninfra.dnit.gov.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=OZJX

Tinggalkan komentar