Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria pada Kamis mendorong mitra industri untuk memanfaatkan hasil riset dalam negeri guna meningkatkan inovasi dan mempercepat hilirisasi.
Berbicara di acara BRIN Goes to Industry, Satria menekankan peran krusial sektor swasta dalam memajukan inovasi nasional.
“Sektor swasta, sebagai pelaku pasar, memahami kebutuhan terkini, efisiensi, kelayakan ekonomis, dan viabilitas finansial,” ujarnya.
Dia mencatat bahwa beberapa investor potensial menghindari perusahaan domestik karena produknya kurang validasi teknologi untuk dikomersialkan.
“Validasi itulah yang saya sebut sebagai inkubasi teknologi. Teknologi tertentu mungkin perlu penyempurnaan atau peningkatan. BRIN memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan spesifik industri,” jelas Satria.
Dia mengajak mitra industri untuk berkolaborasi dengan BRIN, termasuk melalui Rumah Inovasi Indonesia, yang terbuka bagi semua pihak yang ingin bekerja sama.
Satria mengatakan kolaborasi semacam itu penting untuk mempercepat hilirisasi teknologi dan industri, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami bertujuan mempercepat pemanfaatan teknologi dan temuan yang dihasilkan BRIN untuk kepentingan publik, industri, dunia usaha, dan pemerintah,” tuturnya.
Acara tersebut mencakup sesi dialog dengan Satria dan perwakilan dari 50 mitra industri.
Perwakilan industri membagikan pengalaman mereka tentang kerja sama lisensi dengan BRIN, menyoroti manfaat yang didapat dan tantangan yang dihadapi dalam mengomersialkan serta memanfaatkan produk berlisensi.
Berita terkait: BRIN menyiapkan prakiraan teknologi untuk membentuk industri Indonesia
Berita terkait: Dukungan riset kunci daya saing kedirgantaraan Indonesia: PTDI
Penerjemah: Sean, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026