Saham Snowflake (SNOW) terus turun tajam sejak awal tahun 2026. Ini bikin banyak investor bertanya-tanya, apakah laporan keuangan mendatang bisa pulihkan kepercayaan terhadap cerita pertumbuhan perusahaan ini.
Konsensus perkirakan perusahaan data ini akan laporkan rugi $0,65 per saham pada 25 Februari. Angka ini sebenarnya lebih baik 28% dibanding kuartal yang sama tahun lalu.
Sebelum rilis laporan keuangan, harga saham Snowflake sudah turun 75% dari titik tertinggi di bulan November.
www.barchart.com
Snowflake diperkirakan akan catat pertumbuhan pendapatan sekitar 27% secara tahunan di kuartal keempat fiskalnya. Angka ini terlihat bagus di atas kertas, tapi menyembunyikan kenyataan pahit: perusahaan ini masih sangat tidak untung berdasarkan standar GAAP.
Di lingkungan pasar saat ini yang banyak ahli sebut sebagai “SaaS-pocalypse,” selera investor untuk cerita pertumbuhan dengan valuasi tinggi sudah hilang. Mereka tidak lagi menghargai potensi, tetapi menuntut keuntungan yang nyata. Sentimen ini bisa buat saham SNOW semakin sulit pulih dalam waktu dekat.
Dan sementara indeks kekuatan relatif (14-hari) Snowflake kini menandakan kondisi oversold, harga sahamnya yang tetap bertahan di bawah rata-rata bergerak utama menunjukan pihak bear masih sangat mengendalikan.
Analis Stifel juga turunkan target harga untuk saham Snowflake minggu ini. Mereka bilang, prospek margin operasi kuartal keempat yang hanya 7% menunjukan “kompresi berurutan yang signifikan.”
Selain itu, perusahaan berbasis cloud ini masih diperdagangkan dengan kelipatan penjualan sekitar 12x. Ini terlihat terlalu tinggi mengingat SNOW belum juga menghasilkan profit.
Menurut Barchart, data opsi saat ini juga rekomendasikan untuk berhati-hati terhadap Snowflake jelang rilis laporannya pada hari Rabu.
Kontrak yang kadaluarsa 27 Februari menetapkan harga terendah sekitar $138. Ini mengindikasikan SNOW bisa terjun lagi 12% setelah laporan kuartalan mendatang.
Namun, analis Wall Street sangat tidak setuju dengan pedagang opsi mengenai Snowflake.
Rating konsensus untuk saham SNOW tetap di “Strong Buy.” Target harga rata-rata sekitar $265 mengindikasikan potensi kenaikan hampir 60% menjelang akhir tahun ini.
www.barchart.com
Artikel ini dibuat dengan dukungan alat konten otomatis dari partner kami di Sigma.AI. Bersama-sama, data keuangan dan solusi AI kami bantu menghadirkan analisis berita pasar yang lebih informatif kepada pembaca dengan lebih cepat dari sebelumnya.
Pada tanggal publikasi, Wajeeh Khan tidak memiliki (baik langsung maupun tidak langsung) posisi dalam efek apapun yang disebut dalam artikel ini. Semua informasi dan data dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasional. Artikel ini awalnya terbit di Barchart.com.