WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Polemik soal alumni LPDP yang viral karena bangga anaknya jadi warga negara asing menuai respon keras dari Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto.
Dalam pernyataan terbuka via konferensi pers di Kompas TV, Rabu (25/2/2026), Sudarto menyampaikan permohonan maaf sekaligus peringatan keras ke semua alumni LPDP bahwa pendidikan mereka dibiayai oleh uang rakyat.
Sudarto terlihat sangat geram menyikapi polemik alumni yang terang-terangan menghina status WNI dan ogah berkontribusi buat Indonesia.
Baca juga: Berpendidikan Mentereng dan Terseret Polemik Beasiswa, Isyana Sarasvati Luruskan Bukan Penerima LPDP
“Lu pakai duit pajak. Jangan lupa itu. Lu pakai duit pajak,” tegas Sudarto. Dia mengingatkan bahwa dana abadi pendidikan berasal dari kepercayaan dan kontribusi pajak masyarakat.
Sudarto nenegaskan, LPDP bukan cuma program beasiswa biasa, tapi investasi jangka panjang untuk Indonesia Emas.
Oleh karena itu, setiap penerima beasiswa punya tanggung jawab moral, etika, dan komitmen kebangsaan.
Dia menjelaskan, proses seleksi LPDP itu berlapis dan sangat ketat.
Mulai dari pemeriksaan latar belakang, wawancara akademik sama dosen bergelar doktor, sampai asesmen psikologi.
Calon penerima juga dapat program Persiapan Keberangkatan yang menekankan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan adaptasi budaya.
“Komitmen untuk kembali dan berkontribusi buat Indonesia itu sudah ditanyakan dari awal. Ini nggak cuma soal gelar S2, S3, atau postdoctoral. Ini soal amanah publik,” katanya.
Evaluasi, Sanksi, hingga Opsi Publikasi Nama
Menanggapi kasus Dwi Sasetyaningtyas (DS) dan suaminya yang viral karena pernyataan kontroversial di medsos, Sudarto memastikan proses sanksi sedang berjalan.
LPDP sedang menghitung secara detail total dana yang sudah dikeluarkan negara sejak 2015 untuk biaya studi pasangan itu.
“Uangnya harus dikembalikan, sedang kita hitung. Ini akan jadi domain publik dan pasti kita umumkan,” tegas Sudarto dalam diskusi publik, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: Mahfud MD soal Alumni LPDP: Saya Marah Negara Dilecehkan, Tapi Dwi Wakili Suara Publik yang Kecewa
Nggak cuma pengembalian dana, LPDP juga pertimbangkan langkah lebih ekstrem buat efek jera, yaitu memampang nama-nama alumni yang melanggar komitmen di situs resmi LPDP.