Kesimpulan Penting ZDNET
Snap merupakan perusahaan teknologi terbaru yang meluncurkan kacamata pintar mereka sendiri, yang dinamai "Spectacles." Saat ini masih dalam tahap pengembangan, namun versi developer yang saya uji memberikan beberapa gambaran mengenai bagaimana produk konsumen nantinya akan tampil. Snap menyatakan akan merilisnya untuk publik pada tahun ini.
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
Saat ini, sepertinya setiap perusahaan teknologi berlomba memperkenalkan kacamata pintar mereka agar tidak tertinggal dalam persaingan ketat *edge computing*. Yang terbaru? Snap, perusahaan di balik aplikasi Snapchat, telah bekerja keras mengembangkan apa yang mereka sebut Spectacles, dengan rencana peluncuran tahun ini.
Meski detail untuk Spectacles versi konsumen masih sedikit, kacamata pintar yang berfokus pada *developer* ini dapat memberikan beberapa petunjuk tentang apa yang bisa kita harapkan dari kacamata pintar Snap untuk pasar umum.
Kesan Pertama Saya
Hal pertama yang terpikir: “kacamata ini terlihat besar.” Mereka mengingatkan saya pada kacamata 3D yang dulu saya pakai untuk menonton di bioskop sepuluh tahun lalu… seandainya kacamata itu tidak terbuat dari kertas dan lebih berat.
Sementara kacamata pintar lain mungkin bisa disangka kacamata biasa, Snap Specs ini sangat mencolok. Bobotnya langsung terasa sejak awal dan semakin terasa membebani di akhir sesi demo saya. Telinga saya lelah menahan kacamata ini, dan beberapa kali kacamata itu sempat melorot.
Masalah kenyamanan ini (semoga) akan diatasi saat Spectacles untuk konsumen dirilis, karena Snap mengklaim sedang meningkatkan ukuran, berat, kenyamanan pakai, dan penyelesaian akhir yang lebih premium. Mereka juga menyatakan kacamata pintar konsumen nantinya akan lebih terinspirasi dari desain kacamata biasa dibandingkan versi *developer*.
Lensa-Lensa Snap
Kacamata ini memiliki berbagai aplikasi, yang mereka sebut “Lensa.” Saya mencoba beberapa selama demo — ada yang berjalan mulus dan ada yang mengalami beberapa masalah.
Misalnya, Lensa “Teleport” mengambil foto lingkungan Anda dan menggunakan AI generatif untuk mengubah gayanya. Kemudian, ia membuat “portal” statis yang dapat dilihat oleh pengguna kacamata lain dan tetap berada di lokasi fisik tersebut. Gagasannya adalah untuk kembali ke tempat itu dan melihat ke dalam portal, seperti membayangkan dunia baru. Keren, tapi saya berharap pengalamannya lebih imersif.
Selanjutnya saya mencoba *Spatial Tips*, fitur yang memberikan informasi tentang lingkungan Anda menggunakan AI multimodal. Pengalaman saya cukup membantu, dengan sedikit kendala. Saat menatap sepiring buah-buahan, misalnya, semuanya diidentifikasi sebagai markisa. Namun di kesempatan lain, ia berhasil mengidentifikasi pohon zaitun di kantor dengan benar.
Saya juga mencoba Lensa Penerjemah di Spectacles, yang menerjemahkan lebih dari 30 bahasa ke Inggris dan menampilkan terjemahan melalui *subtitle* di lensa. Saya mengujinya dengan bahasa Spanyol dan dasarnya benar, namun beberapa kata tidak diterjemahkan dengan sempurna. Contohnya, alih-alih menerjemahkan “tengo hambre” menjadi “I’m hungry,” Spectacles menampilkannya sebagai “tango ombre”.
Harapan untuk Pasangan Kacamata AR Snap Berikutnya
Banyak pembicaraan tentang kacamata pintar yang akan menggantikan laptop atau ponsel kita, tapi kita belum sampai di sana. Jika Snap ingin kacamata ini menggantikan komputer, mereka perlu memperbaiki *keyboard*-nya, yang sulit digunakan dan membuat saya berkali-kali menekan tombol yang salah.
Saya bisa membayangkan kacamata ini berguna untuk pengalaman belanja tertentu yang memanfaatkan AR, tapi saya tidak sempat mencoba fitur tersebut. Selain itu, kebanyakan konsumen mungkin tidak akan membeli kacamata pintar hanya untuk memvisualisasikan pakaian secara virtual.
Sebaliknya, Snap mengatakan kepada saya bahwa kacamata ini ideal untuk bepergian dan tetap terhubung saat menggunakan komputer terasa terlalu ribet. Masalahnya saat ini adalah, kacamata ini sendiri terlalu besar dan kurang nyaman untuk dikenakan. Hanya setelah 30 menit demo, saya sudah ingin melepasnya. Dan dalam 45 menit, baterainya hampir habis.
Kesimpulan Penting ZDNET
Saya sangat penasaran dengan pasangan kacamata berikutnya dari Snap. Ada beberapa masalah yang harus mereka selesaikan sebelum bisa meluncurkan kacamata pintar yang layak pakai untuk publik. Mereka bisa mencapainya dengan secara serius meningkatkan kenyamanan dan bentuk fisik, memperbaiki koneksi antara gerakan tangan dan tampilan, serta memoles pengalaman dari berbagai Lensa yang ada.