BP BUMN Tunjuk Pejabat untuk Percepatan Transformasi

Jakarta (ANTARA) – Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) melantik sejumlah pejabat tinggi pada Selasa (25/3) dan mengumumkan rencana untuk menyederhanakan lebih dari 1.000 BUMN menjadi hanya sekitar 200–300 entitas. Restrukturisasi korporasi ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Indonesia.

Pelantikan yang dipimpin Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, di Jakarta ini dihadiri Wakil Kepala Tedi Bharata, Wakil Kepala Aminuddin Ma’ruf, serta para direksi BUMN.

“Pelantikan ini menandai awal perjalanan panjang dan mencerminkan komitmen penuh kita untuk bertransformasi dalam pengelolaan BUMN,” kata Dony.

Ia menegaskan, perubahan besar ini membutuhkan komitmen berkelanjutan, kerja keras, konsistensi, serta keberanian meninggalkan praktik-praktik yang sudah ketinggalan zaman dan tidak produktif.

“Menjabat bukanlah waktunya untuk menikmati posisi, tetapi untuk bekerja lebih keras dan menghadapi tantangan yang lebih besar,” ujarnya.

Dony menekankan perlunya koordinasi yang erat antara BP BUMN dan badan investasi negara, BPI Danantara, dalam mengawasi BUMN. BP BUMN akan fokus pada kebijakan strategis, sementara Danantara mengelola aspek operasional. Peran keduanya saling melengkapi.

Selain perubahan kepemimpinan, BP BUMN menyiapkan agenda restrukturisasi menyeluruh untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan daya saing. Lebih dari 1.000 entitas BUMN akan dikonsolidasi menjadi sekitar 200-300 melalui merger, divestasi, likuidasi, dan tindakan korporat lainnya.

Dony meminta semua pejabat menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme demi tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Saya meminta komitmen dan kerja keras seluruh jajaran untuk meninggalkan warisan terbaik bagi bangsa,” pesannya.

Pejabat yang baru dilantik diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar sektor agar BUMN memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang lebih besar.

Pejabat Eselon I yang dilantik antara lain:

  • Wahyu Kuncoro sebagai Sekretaris Utama
  • Rabin Indrajad Hattari sebagai Deputi Kebijakan dan Strategi
  • Wahyu Setyawan sebagai Deputi SDM dan Keberlanjutan
  • Endra Gunawan sebagai Deputi Peningkatan Nilai BUMN
  • Hambra sebagai Deputi Fasilitasi Pembangunan dan Sinergi
  • Rini Widyastuti sebagai Deputi Hukum dan Kepatuhan

    Pejabat Eselon II yang ditetapkan antara lain:

  • Rachman Ferry Isfianto sebagai Inspektur
  • Susi Meyrista Br Tarigan sebagai Kepala Perencanaan dan Keuangan
  • Faturohman sebagai Kepala Organisasi dan SDM
  • Wahyu Wibowo sebagai Kepala Administrasi
  • YB Priyatmo Hadi sebagai Kepala Komunikasi
  • Anindita Eka W sebagai Kepala Data
  • K. Seno Pamungkas sebagai Plt. Kepala Transformasi
  • Abdi Mustakim sebagai Direktur Perencanaan Strategis
  • Romy Marcandi sebagai Direktur Kebijakan Kinerja
  • Muhammad Rizal Kamal sebagai Direktur Pengelolaan SDM
  • Edi Eko Cahyono sebagai Direktur Tanggung Jawab Sosial
  • Bin Nahadi sebagai Direktur Pengelolaan Nilai Energi dan Infrastruktur
  • Rainoc sebagai Direktur Industri Pangan dan Strategis
  • Widia Jessti sebagai Plt. Direktur Keuangan dan Telekomunikasi
  • Fadjar Judisiawan dan Liliek Mayasari untuk Fasilitasi Sektoral
  • M. Khoerur Roziqin untuk Usaha Umum
  • Bastian untuk Urusan Legislatif
  • Anas Puji Istanto untuk Urusan Hukum
  • M. Taufiq untuk Kepatuhan

    Berita terkait:

  • Danantara targetkan peningkatan aset lewat penciptaan nilai
  • Danantara dorong BUMN tingkatkan IPO di pasar modal Indonesia
    Penerjemah: Aria Ananda, Primayanti

    Editor: Rahmad Nasution

    Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Program BGN Indonesia Bantah Isu Dapur Palsu dalam Bantuan Makanan Gratis

Tinggalkan komentar