Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memperluas akses ekspor perikanan Indonesia melalui kesepakatan dengan otoritas di Turki dan Tiongkok. Mereka berhasil mengamankan nomor persetujuan ekspor untuk 57 unit pengolahan ikan.
“Setelah terbitnya nomor persetujuan, ke-57 usaha perikanan ini bisa mengekspor ikan dan produk perikanan lainnya ke Turki dan Tiongkok,” kata Kepala Badan Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, Ishartini, dalam rilis resmi di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan, mengusulkan unit pengolahan ikan tidak cuma sekadar mengirim daftar. Prosesnya melibatkan verifikasi teknis dan pengisian kuesioner yang memenuhi persyaratan khusus dari otoritas Turki dan Tiongkok.
Ishartini menambahkan, unit-unit yang diusulkan sudah memegang sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan menerapkan standar sanitasi, higiene, serta keamanan pangan ikan dengan ketat.
Menurut dia, sebanyak 56 unit diajukan untuk persetujuan ke Turki, dan 52 di antaranya telah mendapat nomor persetujuan. Empat unit sisanya masih dalam proses verifikasi.
Sementara itu, semua lima unit yang diusulkan ke Tiongkok langsung disetujui oleh General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC).
Ishartini mencatat, pengajuan ke Turki sangat mendesak karena negara tersebut akan menerapkan sistem impor baru bernama Approved Establishment System of the Republic of Türkiye (TROIS).
“Hanya perusahaan yang disetujui, telah diberikan nomor persetujuan, dan terdaftar dalam sistem yang akan diizinkan ekspor ikan dan produk perikanan ke sana,” ujarnya.
Turki dianggap sebagai pasar yang menjanjikan untuk produk perikanan Indonesia. Data tahun 2025 menunjukan tujuh komoditas utama yang diekspor ke sana — termasuk cakalang, tuna, karagenan, sarden, lemuru, gurita, dan rumput laut olahan — mencapai total volume 2.600 ton dengan nilai US$4,6 juta.
Di sisi lain, Tiongkok tetap menjadi tujuan ekspor terbesar Indonesia, dengan 1.080 jenis komoditas perikanan yang dikirim ke negara tersebut.
Pada tahun 2025, ekspor perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai 491.528 ton, dengan total nilai US$1,04 miliar.
Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok antara lain cumi beku, rumput laut Eucheuma cottonii, rumput laut Gracilaria, ikan tali beku, ikan peperek beku, dan ikan gulama beku.
Berita terkait: Indonesia targetkan ekspor hasil laut lebih kuat dengan strategi 2026
Berita terkait: Kementerian kembangkan lab uji radioaktif untuk lindungi produk perikanan
Penerjemah: Shofi Ayudiana, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026