Sorotan Kasus Owen: Laporan Dugaan Penculikan Anak Avril Waloeyo Naik ke Penyidikan

Ringkasan Berita:

Laporan kasus penculikan anak yang diduga dilakukan oleh Avril Waloeyo resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Polrestabes Surabaya. Ini menandai adanya unsur pidana.
Owen (3,5 tahun) dibawa oleh nenek angkatnya, Melanie Herijanto, dari apartemen di Surabaya sejak Oktober 2025 dengan alasan mau diajak minum kopi, tapi tidak dikembalikan.
Setelah terpisah empat bulan dan menjalani mediasi yang sulit sampai ke Bali, Avril berharap proses hukum ini cepat selesai agar hak asuh anak satu-satunya bisa kembali.

WARTAKOTALIVE.COM — Perjuangan panjang Avril Waloeyo untuk bisa memeluk lagi putranya, Owen (3,5 tahun), mulai ada titik terang.

Laporan dugaan penculikan anak yang dia sampaikan ke Polrestabes Surabaya sudah resmi naik ke tahap penyidikan.

Langkah ini jadi sinyal kuat kalau polisi serius ingin menyelesaikan kasus yang telah memisahkan ibu dan anak ini sejak Oktober 2025.

Avril mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kemajuan proses hukum ini.

Baca juga: Polisi Limpahkan Tersangka dan Bukti Kasus Penculikan dan Pembunuhan Ilham Pradipta ke Kejari Jaktim

Buat dia, kenaikan status laporan ini adalah harapan besar untuk mendapatkan kembali hak asuh anaknya yang diambil.

“Saya apresiasi kinerja Polrestabes Surabaya karena laporan tentang penculikan anak saya sudah naik penyidikan. Mereka menunjukkan usaha yang besar untuk menolong saya. Saya harap bisa dapat keadilan secepatnya,” kata Avril saat dihubungi media, Senin (23/2/2026).

Kronologi “Hilangnya” Owen dari Apartemen

Kejadian menyedihkan ini mulai pada 11 Oktober 2025 di apartemen pribadi Avril, La Riz Mansion, Surabaya.

Ibu angkat Avril, Melanie Herijanto (63), diduga masuk ke unit apartemen pakai kunci akses yang diambil tanpa izin.

Melanie bilang cuma mau bawa Owen sebentar untuk minum kopi di mall yang ada di bawah apartemen itu.

MEMBACA  Bidik Transaksi Rp35 Triliun pada Harbolnas 2025

Tapi, janji tinggal janji. Sampai malam, Owen tidak dibawa pulang, dan Melanie memutus komunikasi, bikin Avril sangat panik.

“Sebagai ibu yang khawatir, saya hubungi polisi. Sampai malam Melanie tidak kembali dan tetap tidak memberi respons,” kenang Avril dengan suara sedih.

Mediasi yang Sulit Sampai Lintas Provinsi

Kasus ini semakin rumit setelah diketahui Owen dibawa dari Surabaya ke Bali.

Upaya mediasi sempat dilakukan di Direktorat Kriminal Umum Polda Bali pada akhir Oktober 2025, yang melibatkan KPPAD dan UPTD PPA Kota Denpasar.

Tinggalkan komentar