Saat Elon Musk, pendiri SpaceX, mulai meletakkan fondasi untuk pusat data bertenaga Starlink di orbit, rivalnya sesama miliarder AI menyatakan keraguan atas perlunya membangun pusat data orbital dalam waktu dekat.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, CEO OpenAI Sam Altman menolak gagasan meluncurkan pusat data ke orbit. “Sejujurnya, menurut saya ide menaruh pusat data di luar angkasa dalam lanskap teknologi saat ini adalah hal yang menggelikan,” ujar Altman seperti dikutip Business Insider.
Lebih Banyak Ruang untuk Pusat Data
Saat ini terdapat lebih dari 5.000 pusat data AI di Amerika Serikat, dan jumlah itu diprediksi akan berlipat ganda dalam tahun-tahun mendatang. Miliarder teknologi seperti Musk kini mengarahkan pandangan ke angkasa sebagai frontier berikutnya untuk menampung fasilitas-fasilitas yang sangat boros energi ini.
Pada akhir Januari, SpaceX mengajukan permohonan ke FCC untuk meluncurkan konstelasi pusat data orbital yang terdiri dari hingga satu juta Starlink. Langkah ini sejalan dengan rencana Musk untuk melakukan IPO SpaceX tahun ini, dengan laporan sebelumnya yang mengisyaratkan keputusan itu sebagian bertujuan untuk mengumpulkan modal guna mendukung usaha pusat data orbital.
Altman sendiri pernah bermain-main dengan gagasan meluncurkan pusat data ke luar angkasa. “Saya menduga banyak bagian dunia akan dipenuhi pusat data seiring waktu,” kata Altman dalam wawancara podcast tahun 2025, seperti dilaporkan Wired. “Mungkin kita taruh [pusat data] di luar angkasa.”
Ada juga laporan akhir tahun lalu bahwa Altman berpotensi menginvestasikan miliaran dolar ke Stoke Space, startup asal Seattle yang mengembangkan roket yang dapat digunakan ulang, untuk mendapatkan saham pengendali di perusahaan tersebut. Meski kesepakatan tidak terwujud, Altman disebutkan berniat membeli atau bermitra dengan perusahaan roket agar ia dapat menempatkan pusat data AI di luar angkasa.
Perubahan Hati
Namun, dalam penampilannya yang terkini, Altman tampaknya mengesampingkan gagasan meluncurkan pusat data ke luar angkasa dalam 10 tahun ke depan, menurut Business Insider.
Dia menambahkan bahwa ide pusat data orbital mungkin masuk akal suatu hari nanti, tetapi biaya meluncurkannya ke angkasa masih menjadi hambatan. Tantangan lain, menurut Altman, adalah mencari cara untuk memperbaiki chip komputer di luar angkasa.
“Kita belum sampai di situ. Akan tiba waktunya,” kata Altman seperti dikutip. “Luar angkasa bagus untuk banyak hal. Tapi pusat data orbital bukanlah sesuatu yang akan berpengaruh signifikan dalam dekade ini.”
Belum jelas apakah perubahan hati ini sedikit banyak dipicu oleh rencana Musk meluncurkan pusat data orbital, ataukah kegagalan berdeal dengan startup roket yang menginspirasi Altman untuk mempertimbangkan ulang gagasan tersebut. Altman juga sebelumnya pernah mengusulkan pembangunan Dyson sphere untuk memanen energi dari Matahari dan memenuhi permintaan yang kian tumbuh dari pusat data AI. Jadi, jelas pemikirannya masih terus berkembang.