Apa Tujuan Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Al-Qur’an dan Hadis

loading…

Ayat Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 adalah dasarr perintah menjalankan ibadah puasa, yang merupakan salah satu bentuk penghambaan. Foto ilustrasi/ist

Apa sebenarnya tujuan dari puasa Ramadan? Pertanyaan ini menarik untuk diperhatikan, apalagi sebentar lagi umat Muslim akan menjalankan kewajiban ini di bulan suci Ramadan.

Berpuasa sebetulnya bukanlah tujuan akhir, tetapi sebuah cara untuk mencapai tujuan. Dan tujuan utama yang merupakan hasil dari ibadah puasa itu, adalah untuk meningkatkan orang beriman menjadi orang yang bertakwa (Muttaqin), seperti firman Allah SWT:

يآاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَي الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ (البقرة : 183)

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (kepada Allah Swt.)(QS Al Baqarah: 183)

Menurut Ahmad Mustafa al-Maragi dalam kitab Tafsir al-Maragi, beliau menafsirkan kata لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ, “sesungguhnya Allah SWT mewajibkan puasa kepada kamu agar kamu mempersiapkan diri untuk takut kepada Allah, dengan meninggalkan keinginan-keinginan yang dibolehkan (seperti makan) sebagai bukti melaksanakan perintah-Nya sambil mengharap pahala, dan juga meninggalkan keinginan terhadap yang haram dengan disertai kesabaran.

Baca juga: Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!

Dalam sebuah hadis, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
اَلصَّوْمُ نِصْفُ اْلصَّبْرِ (رواه احمد)
Artinya: … puasa itu separuh dari kesabaran …

Tujuan Puasa Ramadan

Ayat Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 adalah dasar perintah melaksanakan puasa. Salah satu tujuan manusia hadir di bumi adalah untuk menjadi hamba yang beribadah kepada Allah SWT. Ibadah puasa menjadi salah satu sarana bagi seorang hamba untuk beribadah sesuai tujuan penciptaannya.

Ibadah puasa adalah bentuk penghambaan. Ada empat komponen penting terkait ibadah puasa: pelakunya adalah orang beriman, puasa Ramadan bersifat wajib, puasa sudah ada sebelum Islam, dan tujuannya adalah untuk meraih ketakwaan.

MEMBACA  Abdul Mu'ti Mengungkap Alasan Konsep Baru PPDB Tidak Dapat Dikejar-kejar untuk Diputuskan

Mengutip tausiyah H. Sarbin Sehe, Kakanwil Kemenag Sulut, tujuan puasa Ramadan dapat dimaknai sebagai berikut:

1. **Mencapai derajat takwa**
Takwa adalah melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah. Takwa berarti mengamalkan ketaatan dengan cahaya (dalil) dari Allah, mengharap pahala-Nya, meninggalkan maksiat, dan takut akan azab-Nya. Takwa adalah pakaian orang beriman.

2. **Agar kita menjadi lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya**
Puasa menjadikan seseorang lebih taat dan dekat dengan Allah.

3. **Membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs)**
Puasa mendorong jiwa yang tenang (mutmainnah) untuk melawan jiwa yang serakah (lauwamah). Dengan terlatih menahan diri dari hal yang mubah (seperti makan-minum), diharapkan kita mampu menahan diri dari yang haram.

4. **Menciptakan kesejahteraan lahir dan batin**
Mencegah perilaku menyimpang, menjauhkan dari iri, dengki, dan ego.

5. **Media pendidikan untuk kesabaran dan ketabahan**
Melatih jiwa untuk sabar dalam menjalankan perintah Allah.

6. **Membangkitkan semangat kemanusiaan**
Puasa menumbuhkan rasa kasih sayang, empati, dan kepedulian untuk saling menolong.

7. **Menyehatkan fisik dan psikis**
Puasa memenuhi standar kesehatan WHO yang mencakup fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Puasa yang baik mendukung kesehatan fisik dan membentuk karakter ketuhanan (rabbani).

8. **Mendapat pahala, ganjaran surga, dan jauh dari neraka**
Allah menyediakan pintu surga Ar-Rayyan khusus bagi orang yang berpuasa.

9. **Mendapat ampunan dosa**
Salah satu tujuan puasa adalah pengampunan atas dosa-dosa sebelumnya.

10. **Bersyukur kepada Allah**
Puasa membentuk pribadi yang selalu bersyukur atas nikmat-Nya.

11. **Menjadi hamba yang selalu dalam lindungan Allah**
Selalu berdoa, berzikir, dan bertawakal. Puasa dapat menjauhkan diri dari api neraka.

12. **Sehat spiritual**
Yaitu menghidupkan nilai-nilai ketaatan kepada Allah. Puasa Ramadan terkait erat dengan shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, zakat fitrah, dan lainnya, yang saling menguatkan kesehatan spiritual.

MEMBACA  Indonesia dan UNDP Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Percepatan Transformasi Digital

Demikian tujuan puasa Ramadan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Wallahu A’lam.

Baca juga: Hukum Puasa Ibu Hamil Menurut 4 Mazhab

(wid)

Tinggalkan komentar