Rasa Penasaran yang Berubah Jadi Kekaguman: Kisah Shayne Pattynama Menjalani Ramadan di Indonesia

Ringkasan Berita:

  • Ramadan di Indonesia bagi Shayne Pattynama bukan cuma pengalaman baru, tapi juga pelajaran tentang rasa hormat, toleransi, dan disiplin.
  • Bek kiri Persija Jakarta itu mengaku suka dengan atmosfer Ramadan di Indonesia.
  • Dari sisi profesional sebagai pesepakbola, Ramadan juga bawa dinamika tersendiri dalam kompetisi.

    WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Bagi Shayne Pattynama, Ramadan di Indonesia bukan cuma pengalaman baru. Lebih dari itu, ini adalah pelajaran berharga tentang rasa hormat, toleransi, dan juga kedisiplinan.

    Di tengah perbedaan keyakinan, Shayne justru menemukan nilai-nilai universal yang sama: saling mengerti, saling mendukung, dan menjalani peran masing-masing dengan sepenuh hati.

    Pemain belakang Persija Jakarta itu mengaku sangat menikmati suasana Ramadan di Indonesia.

    Baca juga: Shayne Pattynama Ngabuburit di M Bloc Jaksel, Seru-seruan Main FC Mobile hingga Ketemu Penggemar

    Sebelum tinggal di Indonesia, sebenarnya Ramadan bukan hal yang aneh bagi Shayne. Lingkungan pertemanannya yang beragam membuat ia sudah cukup kenal dengan bulan puasa sejak dulu.

    “Banyak temen saya yang beragama Islam dan mereka tetep berlatih dan beraktivitas selama Ramadan,” kata Shayne Pattynama di M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026).

    Baca juga: Shayne Pattynama Bicara Persaingan dengan Dony Tri di Persija: “Saya Harus Buktikan Diri”

    “Jadi sebelum ke Indonesia, saya sudah biasa lihat dan paham tentang Ramadan,” lanjutnya.

    Rasa ingin tau dan hormatnya terhadap budaya ini bahkan mendorongnya untuk mencoba berpuasa. Pengalaman itu malah bikin dia makin kagum, terutama pada rekan-rekannya yang jalankan puasa tapi harus tetap jaga performa di tengah keterbatasan fisik.

    Baca juga: Peta Persaingan Pemain Persija, Mauro Zijlstra Masih Menyesuaikan, Shayne Pattynama Terus Berkembang

    “Saya sangat menghormati semua orang yang menjalankannya karena itu tidak gampang, terutama buat atlet,” ucap Shayne Pattynama.

    “Saya pernah coba puasa sekitar 12 jam, dan itu jelas nggak mudah, apalagi dengan cuaca yang cukup panas,” tambahnya.

    Tapi di balik tantangan fisiknya, Shayne melihat Ramadan sebagai sesuatu yang indah. Ia anggap puasa bukan cuma menahan lapar dan haus, tapi sebuah proses yang penuh makna dan niat baik.

    Baca juga: Pelatih Persija Sebut Shayne Pattynama dalam Kondisi Prima dan Siap Diturunkan Menghadapi Persita

    “Ramadan terasa seperti sebuah perayaan, sesuatu yang dilakukan dengan penuh makna,” kata Shayne Pattynama.

MEMBACA  Microsoft merayakan 50 tahun dengan pengumuman Copilot yang besar dan fitur-fitur baru

Tinggalkan komentar