Ramadan, Momentum Tepat untuk Menurunkan Berat Badan? Simak Penjelasan Ahli Gizi

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Manajer Program Gizi di Klinik LIGHThouse, Veronica, menyebutkan bulan Ramadan bisa jadi waktu yang ideal untuk memperbaiki kebiasaan makan agar lebih teratur dan terkontrol.

Menurut dia, perubahan pola makan saat puasa malah membuka kesempatan untuk membangun disiplin konsumsi yang lebih sehat.

“Berat badan turun bukan cuma karena puasa sehari, tapi karena defisit kalori yang konsisten. Ramadan adalah momen untuk membangun pola makan yang lebih terkontrol,” kata Veronica pada media, Jumat (20/2/2026) malam.

Dia menjelaskan, jeda makan yang terjadi secara alami selama puasa membantu tubuh mengatur ulang porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Baca juga: Jangan Telat Buka Puasa di Jalan, Pramono Peringatkan Jam Macet Baru di Jakarta Selama Ramadan

Dengan pengaturan yang benar, seseorang dapat lebih gampang menghindari kebiasaan makan berlebihan atau kalap.

Sejalan dengan itu, WHO juga menekankan Ramadan sebagai momentum untuk menerapkan pola konsumsi sehat dengan prinsip gizi seimbang, meski waktu makannya berubah.

Penerapan pola makan yang tepat penting untuk menjaga energi tubuh tetap stabil, mencegah masalah pencernaan, dan membantu mengontol berat badan selama berpuasa.

Veronica menambahkan, Ramadan tidak hanya untuk ibadah spiritual, tapi juga kesempatan mengatur ulang pola makan: sahur yang bernutrisi, berbuka secara bertahap, membatasi gula, lemak, dan garam, serta menjaga cairan tubuh.

Dengan disiplin, puasa bisa menjadi awal untuk gaya hidup sehat dalam jangka panjang.

“Perubahan pola makan selama puasa sering jadi tantangan, apalagi saat waktu berbuka dan menjelang Lebaran,” ujarnya.

Baca juga: Ini Aturan Buka Puasa di Bus Transjakarta, MRT Jakarta, dan KRL Commuter Line Selama Bulan Ramadan

Sebagai panduan sederhana, Veronica memberikan saran:

MEMBACA  Israel Klaim Iran Meretas Kamera Pengawas untuk Mata-Mata

Sahur: konsumsi makanan tinggi protein dan berkuah.

Berbuka: hindari gorengan dan makanan berlemak.

Penderita GERD: hindari makanan pedas, asam, alkohol, serta makanan yang menghasilkan gas.

Pernyataan ini disampaikan terkait ajang LIGHTweight Challenge (LWC) 2025, sebuah kompetisi penurunan berat badan yang digagas LIGHThouse Clinic sejak 2014.

Program yang berlangsung dari Oktober 2025 ini sudah selesai dengan tiga peserta sebagai pemenang, dengan catatan penurunan berat badan sebesar 18–23 persen dari berat awal dalam waktu 12 minggu.(m27)

https://www.rbne.com.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fwww.rbne.com.br%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=XGdnA

Tinggalkan komentar